Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (23/7), untuk membahas perkembangan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, mengatakan Prabowo secara rutin mengevaluasi berbagai program prioritas, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih, hingga Kampung Nelayan.

“Prinsipnya Pak Presiden itu meluncurkan program-program strategis. Dan tentunya banyak hambatan-hambatan, gangguan-gangguan teknis yang itu selalu dievaluasi,” kata Aris, sebelum pertemuan.

Ia mengatakan, Prabowo selalu menundang kementerian dan lembaga terkait dalam setiap proses evaluasi program prioritas. Menurut Aris, pemerintah ingin mengawal seluruh program strategis dapat menjangkau masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

“Evaluasi ini melibatkan berbagai macam kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan telah membawa sejumlah bahan materi yang relevan soal tema rapat kali ini.  “Koperasi Desa Merah Putih, sepertinya itu. Tapi saya belum tahu betul, saya bawa bahan saja yang banyak,” ujar Purbaya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menjelaskan alasan di balik pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia mengatakan, program itu bertujuan untuk memutus ketergantungan petani terhadap praktik rentenir atau lintah darat sekaligus memperbaiki tata niaga dan penyaluran berbagai barang bersubsidi hingga ke tingkat desa.

Prabowo menyampaikan hal itu saat menyampaikan pidato puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (12/7).

Ketua Umum Partai Gerindra itu menceritakan gagasan membangun Koperasi Merah Putih muncul dari pengalamannya saat bertugas sebagai prajurit di berbagai pelosok desa.

"Saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi saya,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (13/7).

Pengalaman tersebut membuatnya meyakini bahwa pembangunan ekonomi nasional harus dimulai dari desa. Ia kemudian menyimpulkan koperasi bisa menjadi instrumen efektif untuk melindungi kelompok masyarakat paling bawah.

Prabowo menjelaskan jumlah target pembangunan 81 ribu koperasi mengikuti jumlah desa dan kelurahan yang ada di seluruh Indonesia. Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan memeroleh akses pinjaman berbunga rendah sehingga tidak lagi bergantung pada praktik lintah darat.