Prabowo Murka Bekas Karhutla Langsung Disulap Jadi Kebun Sawit: Sudah Kelewatan
Selasa, 08 September 2026, 06:12 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto dibuat geram oleh fenomena lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dalam waktu singkat justru berubah fungsi menjadi area perkebunan. Bagi Prabowo, perubahan fungsi lahan yang berlangsung begitu cepat tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai kebetulan.
Prabowo bahkan mencurigai adanya kesengajaan di balik fenomena tersebut. Ia pun secara khusus meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas siapa saja yang bermain di balik Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam rapat penanganan bencana secara virtual, Senin (7/9/2026), Prabowo mempertanyakan siapa aktor utama di balik kebakaran tersebut. Ia ingin mengetahui apakah Karhutla dilakukan oleh masyarakat biasa atau justru ada perusahaan besar yang menggerakkannya demi kepentingan tertentu.
Baca Juga: Prabowo Potong Penjelasan Kapolri saat Rapat Bencana, Ternyata Penasaran Mau Tahu...
"Saya tertarik juga yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi?" kata Prabowo dalam rapat penanganan bencana secara virtual, Senin (7/9/2026).
Tak ingin persoalan tersebut berhenti pada dugaan, Prabowo meminta proses investigasi terus berjalan tanpa pandang bulu. Ia juga meminta identitas perusahaan yang diduga terlibat segera disampaikan kepadanya.
"Tapi tolong diselidiki terus. Dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya ya," ujarnya.
Prabowo bahkan membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi maksimal terhadap korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan kementerian terkait untuk mengevaluasi hingga mencabut perizinan dan hak pengelolaan lahan perusahaan.
Baca Juga: Bencana Bertubi-tubi Landa Indonesia, Prabowo: Ini Takdir
"Yang 8 maupun yang 18 dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan dan ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai kalau perlu kita segera cabut semuanya tuh. Semua izin-izinnya kita cabut. HGU-nya dan sebagainya," tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, kerusakan alam yang dilakukan demi mengejar ekspansi bisnis secara instan sudah tidak bisa ditoleransi. Ia pun meminta aparat tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi ikut memburu aktor intelektual maupun pemilik modal di balik korporasi yang terlibat.
"Ini sudah sudah kelewatan dan juga saya saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ucap Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan penanganan kasus Karhutla. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan 138 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Dari total 138 tersangka, sebanyak 119 orang di antaranya disebut terbukti melakukan pembakaran secara sengaja. Penanganan perkara juga tidak hanya menyasar individu karena kepolisian saat ini tengah memproses 8 korporasi.
Tak berhenti di sana, Polri masih melakukan pendalaman terhadap potensi tindak pidana yang melibatkan 60 perusahaan lainnya. Puluhan perusahaan tersebut saat ini telah dikenakan sanksi administratif, mulai dari pembekuan hingga pencabutan izin.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri