Prabowo Singgung Lagi Kasus Dadan Dijerat Korupsi
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyinggung kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus mantan anggota tim suksesnya, Dadan Hindayana.
Ia mengaku tak pandang bulu dalam menegakkan kasus korupsi, termasuk bagi orang dekatnya yang disebut juga tak kebal hukum.
"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Prabowo juga menyebut penyitaan aset Hotel Sultan menjadi contoh lainnya. Meski dimiliki oleh Pontjo Sutowo yang merupakan kawannya, hukum tetap dijalankan dengan tegas.
Ia mengakui pada proses penyitaan aset Hotel Sultan itu, banyak pihak yang mencoba melakukan lobi.
"Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya enggak ada kawan, ini negara," ucapnya.
Selain itu, Prabowo juga mengungkit momen saat ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019.
Ia mengaku saat itu melarang orang-orang dekatnya untuk berbisnis dengan Kementerian Pertahanan demi menghindari konflik kepentingan.
"Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," ucapnya.
Hal yang sama dilakukan Prabowo saat menjadi Presiden. Ia mengakui partai mereka telah mengingatkan kepada anggota partainya, Gerindra bahwa ia tak pandang bulu jika ada anggotanya yang melakukan kesalahan.
"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya enggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," kata dia.
(mnf/dal)