Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dunia yang tengah terjadi, termasuk fenomena El Nino kuat yang berdampak pada kondisi cuaca global.

"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yg tidak menentu. Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan MPR, Jumat (14/8).

"Dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Ninonya akan berat, El Nino yang paling dahsyat," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, kondisi iklim hingga akhir Juli 2026 menunjukkan kecenderungan atmosfer yang semakin mendukung kondisi kering di Indonesia.

Fenomena El Nino kuat dan IOD yang cenderung positif masih menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan di sejumlah wilayah di Tanah Air.

BMKG mengungkap nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur atau Nino3.4 di atas +2°C mengindikasikan bahwa intensitas El Nino berada pada kategori kuat

BMKG sebelumnya memprediksi puncak fenomena El Nino berpotensi melebih level kategori kuat. Fenomena ini juga berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melebihi ambang batas atau threshold kategori kuat.

"Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4,yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C," kata Ardhasena beberapa waktu lalu.

Di saat bersamaan, di Samudra Hindia menunjukkan indeks negatif, yakni -0,38. Hal ini menunjukkan bahwa ada ada peluang cukup siginfikan untuk terjadinya fenomena Indian Ocean Dipole, yang biasanya satu paket dengan El Nino untuk membuat dunia semakin panas.

Ardhasena menyatakan bahwa BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Menurutnya, fase puncak El Nino kali ini akan melewati batas kategori El Nino kuat.

(lom)

placeholder