Istanbul (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada Sabtu (22/8) bahwa Teheran tidak berniat memberikan konsesi dan menekankan perlunya keluar dari situasi yang disebutnya sebagai kondisi “tidak perang, tidak damai”, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Pezeshkian mengatakan para pejabat Iran hampir setiap hari membahas cara untuk keluar dari situasi tersebut dan mencapai kesepahaman yang tetap mempertahankan prinsip dan nilai-nilai Iran, sekaligus mencegah pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh untuk mempertimbangkan serangan lanjutan.

Ia mengatakan perang tidak menawarkan solusi, sementara ketidakpastian berkepanjangan mengenai kemungkinan kembali pecahnya pertempuran juga memberikan dampak buruk terhadap perekonomian negara tersebut.

Pezeshkian memperingatkan bahwa akan sulit untuk menarik investasi selama ancaman konflik baru masih ada. Ia menekankan perlunya mengatasi situasi tersebut dengan pendekatan rasional tanpa mengorbankan kekuatan Iran.

Presiden Iran itu juga membela nota kesepahaman yang baru-baru ini dicapai dengan AS. Menurutnya, dokumen tersebut tidak memuat ketentuan yang dapat dianggap sebagai bentuk penyerahan diri ataupun mewajibkan Teheran memberikan konsesi.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman tersebut pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan itu mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari dan membuka jalan bagi negosiasi menuju kesepakatan final.

Namun, pembicaraan sempat terhenti akibat perselisihan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz, sebuah jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dunia.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Iran desak diakhirinya situasi 'bukan perang, bukan damai'

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.