Presiden Israel 'Ngebet' Tel Aviv Jadi Sahabat Arab Saudi
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Israel Isaac Herzog terang-terangan menyuarakan keinginan agar Negeri Zionis rujuk dengan Arab Saudi.
Dalam wawancara dengan Al Arabiya pada Kamis (16/7), Herzog menyampaikan wacana normalisasi Israel dan Arab Saudi telah lama menjadi "impian"nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersamaan dengan itu, Herzog memuji-muji Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan memintanya untuk memulai dialog dengan Israel guna mewujudkan rekonsiliasi tersebut.
"Merupakan impian saya untuk melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi. Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Hal yang kami inginkan di Israel adalah melihat adanya rekonsiliasi antara kedua negara," kata Herzog, seperti dikutip JNS.
"Dialog antara Yerusalem dan Mekkah seharusnya menjadi inti sebenarnya, karena saya percaya Yahudi dan Muslim perlu hidup berdampingan di wilayah ini dalam damai," lanjutnya.
Pada kesempatan itu, Herzog juga bicara tentang Abraham Accords, yang dicetuskan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia memuji kesepakatan tersebut yang menurutnya menjadi kerangka kerja sama regional.
"Kami sangat senang dengan Abraham Accords, dan kami sangat bangga dengan hubungan kami dengan Kerajaan Maroko, Kerajaan Bahrain, serta Uni Emirat Arab, yang merupakan contoh betapa suksesnya hal itu," ucapnya.
Israel dan Saudi sempat ingin normalisasi hubungan dengan bantuan AS. Prospek tersebut nyaris terwujud, namun tersendat setelah Israel meluncurkan agresi ke Jalur Gaza, Palestina.
Saudi menegaskan normalisasi hanya akan terjadi jika Palestina merdeka.
Pada November 2025, MbS mengatakan di Washington bahwa ia ingin Saudi gabung dengan Abraham Accords.
Abraham Accords adalah perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dengan negara Arab-Muslim yang diinisiasi Trump di masa jabatan pertamanya. Bahrain, UEA, Maroko, dan Sudan telah menandatangani perjanjian ini.
MbS berujar Saudi menginginkan perdamaian bagi Israel maupun Palestina. Riyadh ingin keduanya hidup berdampingan secara damai di wilayah Timur Tengah.
"Kami ingin menjadi bagian dari Abraham Accords. Namun, kami juga ingin memastikan bahwa kami mengamankan jalan yang jelas menuju solusi dua negara," kata MbS di Oval Office bersama Trump dalam kunjungan perdananya ke AS sejak 2018.
(bac/blq/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]