Pontianak (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Mako Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu.

Rapat tersebut dihadiri delapan pimpinan kementerian/lembaga, 10 pimpinan pemerintah daerah, serta perwakilan BMKG dan BPBD.

Dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menerima paparan mengenai kondisi terkini karhutla dan langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah bersama unsur terkait di Kalimantan Barat.

"Baik, terima kasih, saudara-saudara sekalian, saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata, sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi," ujar Prabowo saat membuka rapat.

Tenaga Ahli BNPB Asbullah menyampaikan, berdasarkan data terbaru luas wilayah Kalbar yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare.

Ia mengatakan sejumlah kabupaten menjadi perhatian karena mengalami kebakaran cukup signifikan dan turut berkontribusi terhadap munculnya kabut asap, terutama wilayah yang memiliki hamparan lahan gambut.

Kabupaten Ketapang tercatat memiliki luas karhutla terbesar dengan 12.443 hektare, disusul Kubu Raya 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.

Sebelumnya, Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak awal tahun, termasuk menetapkan status siaga darurat bencana asap berdasarkan kondisi dan status siaga yang ditetapkan sejumlah kabupaten/kota.

"Setidak-tidaknya di Kalimantan Barat ini ada sembilan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga," katanya.

Selain penanganan melalui darat dan udara, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan sejak April 2026 untuk mendukung upaya pengendalian karhutla.

Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian guna meningkatkan potensi hujan.

"Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga," jelasnya.

Dengan luas karhutla yang telah melampaui 38 ribu hektare, pemerintah terus mengoptimalkan patroli darat, pemantauan udara, pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca sesuai kondisi atmosfer untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.