Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meninjau pemanfaatan tebu dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahannya menjadi bioetanol, saat menghadiri panen raya di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, mengatakan Lanud Abdulrachman Saleh menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Tebu yang dimanfaatkan menjadi bioetanol berasal dari lahan perkebunan yang dibina dan digarap TNI Angkatan Udara, termasuk di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. Pengolahannya dilakukan oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Pertamina NRE.

"Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional," kata Prasetyo.

Baca juga: Prabowo Prabowo apresiasi kekompakkan wujudkan proyek LNG Abadi Masela

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau hasil pengelolaan lahan pangan yang didampingi TNI Angkatan Darat untuk komoditas padi, TNI Angkatan Laut untuk kedelai, dan TNI Angkatan Udara untuk tebu.

Presiden turut melihat produk hasil hilirisasi tebu, antara lain gula dan bioetanol, yang dipamerkan di lokasi kegiatan.

Prasetyo mengatakan sepanjang Januari—Juni 2026 pendampingan TNI Angkatan Darat mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional 2026.

Pada sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara itu, TNI Angkatan Udara mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton atau setara sekitar 1,36 juta ton gula, yakni 45,05 persen target produksi gula nasional 2026.

Baca juga: Prabowo sebut LNG Abadi Masela proyek penting yang telah ditunggu tiga dekade

Menurut Prasetyo, pemerintah meyakini swasembada pangan dapat dicapai melalui sinergi antara TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dunia usaha, akademisi, dan petani.

"Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam kunjungan kerja itu, Presiden didampingi antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.