Proyeksi BPS: Produksi jagung Januari-September 2026 turun 1,07 persen
Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi jagung sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 12,67 juta ton, turun 1,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang bulan Januari sampai dengan September tahun 2026 diperkirakan mencapai 12,67 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 0,14 juta ton atau menurun 1,07 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Jakarta, Senin.
Berdasarkan hasil pengamatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada Juni 2026, total luas panen pada Januari–September 2026 diproyeksikan mencapai 2,17 juta hektare, turun 0,03 juta hektare atau 1,20 persen secara tahunan.
Pada Juni 2026, luas panen jagung pipilan tercatat sekitar 0,25 juta hektare, lebih rendah dibandingkan 0,26 juta hektare pada Juni 2025.
Produksi jagung pipilan kering pada bulan tersebut diperkirakan sebesar 1,50 juta ton, turun dari 1,55 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Mentan dorong produksi jagung meningkat lewat penggunaan bibit unggul
Baca juga: Prabowo: Produksi beras dan jagung RI tertinggi sepanjang sejarah
Sementara itu, menurut Ateng potensi luas panen pada Juli hingga September 2026 diperkirakan mencapai 0,67 juta hektare atau turun 4,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Penurunan lebih dalam diperkirakan terjadi pada sisi produksi. Produksi jagung pipilan kering selama Juli–September 2026 diproyeksikan sebesar 3,98 juta ton, berkurang 0,28 juta ton atau 6,48 persen secara tahunan.
Potensi luas panen tersebut turut mencakup tanaman jagung yang kemungkinan dipanen muda atau dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak, bukan seluruhnya untuk menghasilkan jagung pipilan.
Angka proyeksi masih dapat berubah mengikuti kondisi lapangan, termasuk serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, serta perubahan waktu panen oleh petani.
Baca juga: Kapolri paparkan inovasi Polri tingkatkan produksi pertanian
Baca juga: Panen raya jagung, Kapolri sampaikan aspirasi petani kepada Presiden
Baca juga: Mentan: Impor pakan nol persen berkat produksi jagung meningkat
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.