PT Poso Energy atur porsi energi listrik dari PLTA selama hadapi El Nino
PT Poso Energy atur porsi energi listrik dari PLTA selama hadapi El Nino
Jumat, 28 Agustus 2026 20:14 WIB
Manager PT Poso Energy Asmaruddin (ANTARA/HO-Humas Poso Energy)
Palu (ANTARA) - PT Poso Energy saat ini mengatur porsi energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, untuk di suplai kepada PLN guna menjaga stabilitas pasokan selama menghadapi El Nino.
"Kami memasok energi listrik dari PLTA Poso untuk empat provinsi di Sulawesi, sehingga perlu dilakukan pengaturan porsi sebagai strategi menjaga keandalan pasokan listrik," kata Manager PT Poso Enery Asmaruddin dihubungi dari Palu, Jumat.
Ia menjelaskan fenomena El Nino pada musim kemarau semester II 2026 menyebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah Danau Poso sebagai sumber pembangkit, sehingga elevasi danau berada pada posisi lebih rendah dibandingkan musim kemarau tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi itu, menurut Asmaruddin, memengaruhi pola operasi waduk. Akan tetapi perusahaannya berkomitmen penuh dalam mengupayakan produksi energi listrik tetap terpenuhi sesuai rencana, dengan proyeksi jika musim penghujan berlangsung pada akhir Oktober hingga Desember 2026 dengan intensitas volume hujan di atas normal.
"Jika akhir Oktober sampai Desember sudah masuk musim penghujan dengan intensitas di atas normal, produksi energi masih bisa terpenuhi sesuai rencana. Namun jika intensitas hujan di bawah normal, pasokan listrik berpotensi berkurang," ujar dia.
Ia mengemukakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak berkurangnya curah hujan dan menjaga keberlangsungan produksi energi selama periode kemarau.
Langkah mitigasi itu yakni mengatur porsi produksi energi pada semester II dengan porsi lebih besar pada periode musim penghujan. Porsi produksi pada musim penghujan ditetapkan sebesar 55 persen, sedangkan produksi pada musim kemarau sebesar 45 persen.
Berdasarkan data Poso Energy kapasitas listrik terpasang sebesar 515 megawatt (MW) dihasilkan PLTA Poso, kemudian disalurkan dan didistribusikan oleh PLN untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun sektor industri di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
"Pengaturan porsi energi melihat kondisi nyata di lapangan dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan teknis," kata Asmaruddin.
Ia mengatakan selain mengatur porsi energi langkah mitigasi lain yang telah dilakukan sebelumnya yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada musim hujan di Mei 2026 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan inflow atau aliran air masuk ke Danau Poso.
Selain itu pihaknya juga menggeser sebagian produksi energi dari periode puncak kemarau pada September-Oktober ke November-Desember, pergeseran tersebut dilakukan berdasarkan persetujuan PLN dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan air di Danau Poso.
"Hingga kini kami terus memantau kondisi elevasi Danau Poso dan perkembangan curah hujan di wilayah tangkapan air untuk menyesuaikan pola operasi pembangkit dengan kondisi aktual," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Poso Energy atur porsi energi listrik dari PLTA selama El Nino
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026