REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memperkuat fundamental bisnis untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Transformasi dilakukan secara bertahap, mulai dari menjaga keberlangsungan perusahaan, membenahi proses bisnis, hingga memperluas penciptaan nilai dengan mempertimbangkan aspek people, profit, dan planet.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, transformasi perusahaan memiliki sejumlah tahapan yang harus dijalankan sesuai kondisi bisnis. Tahap awal berfokus pada kemampuan perusahaan bertahan ketika menghadapi tekanan kinerja.

"Transformasi atau perubahan yang harus kita lakukan itu ada fase-fasenya. Fase yang pertama adalah surviving. Pada saat kita mengalami kerugian, kita harus berpikir apa yang harus kita lakukan dulu. Kita harus bertahan untuk hidup," ujar Denaldy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Setelah kondisi perusahaan mulai stabil, transformasi dilanjutkan dengan pembenahan fundamental bisnis. Tahap tersebut mencakup penguatan fondasi dan proses bisnis sebagai pijakan untuk membangun pertumbuhan perusahaan.

"Tahap ini berfokus pada pembenahan fondasi dan proses bisnis sebagai dasar untuk membangun pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan," ucap Denaldy.

Dalam menjalankan mandat di bidang ketahanan pangan dan energi, PTPN tidak hanya mengelola komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi. Perusahaan juga mendapat penugasan untuk mengembangkan komoditas pangan lain, antara lain bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.

Pengembangan komoditas tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi diharapkan mendukung penguatan riset, inovasi, pengetahuan, serta pengembangan model bisnis yang memiliki nilai tambah.

"PTPN III dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menandatangani MoU dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Denaldy.

Kerja sama tersebut akan dikembangkan melalui program pendidikan, penelitian, dan kontribusi kepada masyarakat. PTPN III juga melihat kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai salah satu cara memperkuat pengembangan bisnis dan sumber daya manusia.

Rektor Unpad Prof Arief S Kartasasmita mengatakan, pengalaman transformasi PTPN III dapat menjadi pembelajaran bagi lingkungan universitas. Menurut Arief, pengalaman tersebut relevan untuk membangun institusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi para pengelola mengenai bagaimana sebetulnya bisnis atau suatu usaha yang baik. Hal ini tentu saja tidak hanya cukup untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga bagaimana dapat memberikan kesejahteraan," kata Arief.

Kolaborasi PTPN III dan Unpad juga diharapkan mempertemukan kebutuhan bisnis dengan kemampuan akademik dan riset. Sinergi tersebut dapat membuka ruang pengembangan inovasi yang mendukung penguatan sektor perkebunan, pangan, dan kelembagaan.