Puan Maharani minta pemerintah mitigasi curah hujan tinggi usai banjir bandang di Solok
Puan Maharani minta pemerintah mitigasi curah hujan tinggi usai banjir bandang di Solok
Selasa, 22 September 2026 19:28 WIB
Foto udara alat berat membersihkan jalan akibat dampak banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). Berdasarkan data BPBD Solok, sebanyak 200 KK terdampak banjir bandang pada Senin (21/9) dengan empat korban luka-luka dan dua orang belum ditemukan sementara akses utama jalan nasional masih terputus. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa pemerintah atau pemangku kebijakan terkait harus memitigasi dan mengantisipasi datangnya curah hujan tinggi, menyusul adanya bencana banjir bandang yang terjadi di Solok, Sumatera Barat.
Menurut dia, mitigasi itu perlu dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia, bukan hanya di Solok saja. Selain memitigasi curah hujan, dia meminta pemerintah juga mengecek efektivitas bendungan-bendungan yang ada.
"Ini sudah beberapa kali bahkan sering dibicarakan oleh DPR kepada BNPB, bahkan tim dari kami, tim bencana juga sudah menyampaikan hal ini untuk melakukan mitigasi-mitigasi," kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan bahwa koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait urusan kebencanaan pun perlu diperkuat demi mengantisipasi dan mewujudkan semangat gotong royong yang lebih strategis.
Untuk itu, dia pun berharap tidak ada korban yang timbul dalam bencana di Solok. Saat ini, menurut dia, petugas setempat pun masih terus melakukan pencarian dan evakuasi warga yang terdampak.
"Namun ke depannya harus lebih mengantisipasi dari mitigasi yang lebih efektif," kata dia.
Sebelumnya, sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, terdampak banjir bandang pada Senin (21/9) malam.
Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Selasa, mengatakan sejumlah kantor yang terdampak antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
"Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah," kata Jon.
Ia menjelaskan banjir terjadi setelah derasnya aliran air masuk ke kawasan perkantoran sehingga menyebabkan sejumlah ruangan dan fasilitas pemerintahan terdampak. Sejumlah peralatan kantor juga dilaporkan terbawa arus air hingga keluar dari ruangan akibat derasnya aliran banjir yang melanda kawasan tersebut.