Pulihkan Aktivitas Masyarakat, 33.163,69 Ton Lumpur-Sampah Bencana di Aceh Sudah Diangkut
Bagikan:
JAKARTA - Sebanyak 33.163,69 ton lumpur, sampah dan material sisa bencana telah dibersihkan dan diangkut dari sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh hingga 9 Agustus 2026.
Pembersihan dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah dan Pidie Jaya.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, penanganan lumpur menjadi salah satu hal yang diprioritaskan, terutama di Aceh Tamiang yang mengalami sedimentasi dan timbunan lumpur cukup signifikan.
"Penanganan lumpur menjadi salah satu prioritas utama. Sejak awal bencana, sedimentasi dan lumpur merupakan salah satu permasalahan utama pascabencana Aceh, khususnya di Aceh Tamiang. Karena itu, harus segera dibersihkan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dan lingkungan dapat dipulihkan," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus.
Selain mengangkut material bencana, pembersihan telah dilakukan di 650 lokasi fasilitas umum (fasum) terdampak bencana di Aceh.
Sebanyak 68 kawasan permukiman juga telah diselesaikan dibersihkan. Material yang diangkat meliputi lumpur, sampah domestik dan sisa material bencana yang menghambat aktivitas warga.
Penanganan juga dilakukan pada fasilitas sanitasi dan persampahan yang terdampak.
Dari 10 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang terdampak, sebanyak lima lokasi telah selesai ditangani. Sementara lima lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Untuk 10 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), seluruh 10 lokasi terdampak bencana telah selesai ditangani.
BACA JUGA:
Selain fasilitas sanitasi dan persampahan, pemulihan juga dilakukan terhadap sejumlah infrastruktur dasar lainnya.
Kementerian PU menyebut, penanganan tersebut mencakup sistem penyediaan air minum, jalan, jembatan serta infrastruktur sumber daya air, dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.
Pembersihan dan pemulihan dilakukan agar fasilitas terdampak dapat kembali digunakan dan aktivitas masyarakat berangsur normal.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+