Punya Gaji UMP, Lebih Baik Kontrak atau Ambil KPR?
Dalam berbagai faktor, terutama keuangan, KPR menjadi pilihan yang lebih menuntut individu yang berpenghasilan UMP. Hal ini lantaran banyak biaya yang harus disiapkan, seperti yang dibeberkan Andoko sebelumnya.
Biaya DP sendiri untuk KPR komersial biasanya berkisar 10-20%. Ini membuat biaya yang harus disiapkan lumayan besar.
"DP tergantung banknya, biasanya ada yang 10%, ada yang 20%, misalnya kalau rumahnya, harga rumahnya Rp 300 juta, maka dia kalau 10% dia harus punya Rp 30 juta, kalau 20% harus punya Rp 60 juta," ujar Andoko.
Stabilitas dan komitmen menjadi hal utama saat ingin mengambil KPR. Pekerjaan kontrak menjadi salah satu risiko karena ketidakstabilannya. Mike mengatakan ketika sudah berstatus sebagai pekerja tetap, penyisihan penghasilan selama dua tahun sudah bisa menutup biaya DP jika dilakukan dengan komitmen yang kuat.
"Begitu sudah aman, kita jadi karyawan tetap, dengan berbagai fasilitas-nya, kita langsung bisa 2 tahun fokus untuk mengumpulkan DP rumah,” ujar dia.
Andoko juga mengatakan, bank akan melihat kredibilitas keuangan pribadi sebagai acuan pemberian kredit, terutama cash flow.
“Biasanya bank itu akan melihat, pada saat dia, ini mampu enggak bayar KPR ya? Misalnya tadi gaji lima, enam juta saja deh. Enam juta, kalau bank biasanya akan minta, dia bisa enggak nyisain 30% dari rekening tiga bulan terakhir atau enam bulan terakhir? Karena bank akan melakukan analisa," ujar dia.
"Kalau ngeliat dari rekeningnya, setiap bulan kayaknya hampir nol, atau cuma sisa berapa, bank enggak akan kasih kredit. Jadi bank akan ngeliat, kalau dia bisa menyisihkan, misalnya berapa juta, 20-30% dari 6 juta," ia menambahkan.
Dia juga menekankan individu harus memastikan seluruh utang yang dimiliki harus di bawah 30% atau bahkan 0% dari pendapatan, yang dalam kasus ini adalah gaji UMP. Ini juga salah satu alasan KPR menjadi sumber stres utang yang lebih besar.
"Dari sisi beban psikologis utang, orang yang sewa itu jauh lebih rendah, stres-nya lebih kecil dibandingkan orang yang KPR, karena dia harus konsisten, komitmen, selama 10-20 tahun ke depan tergantung kontrak KPR-nya,” tutur Andoko.
Namun, yang bisa menjadi pertimbangan adalah cicilan KPR bisa menghasilkan rumah yang secara sah dimiliki di masa depan, sedangkan uang sewa akan lenyap setelah dibayarkan.