Putra Bungsu Nyaris Terseret Ombak di Bali, Bebi Romeo Trauma Merasa Gagal Jadi Ayah
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Meisya Siregar membagikan kisah memilukan tersebut. Dia mengakui bahwa selama ini laut dan pantai sudah menjadi bagian dari masa kecil Bambang, sehingga mereka cenderung merasa tenang dan lengah. Namun, rasa aman itu justru berujung pada petaka yang hampir merenggut buah hati mereka.
Baca Juga: Kerap Ditakuti, Bebi Romeo-Meisya Malah Hadiahkan Ondel-ondel untuk Ultah Anak
Meisya menceritakan bagaimana situasi yang awalnya menyenangkan dan penuh tawa dalam sekejap berubah menjadi mimpi buruk yang sangat menakutkan bagi mereka.
"Hingga hari itu, hari ketika kami lengah. Kami duduk agak jauh dari bibir pantai membiarkan Bambang bermain bersama sahabatnya tanpa benar-benar mengawasi setiap detiknya. Awalnya semua terlihat biasa. Anak-anak bermain, tertawa, menikmati ombak, sampai tiba-tiba satu ombak besar datang dan Bambang menghilang. Detik itu rasanya dunia berhenti. Ternyata Bambang terseret ombak," kata Meisya Siregar, dikutip dari unggahannya, Minggu (19/7/2026).
Beruntung, aksi sigap dari rekan sesama artis, Irvan Farhad (Baba) dan Hamidah Rachmayanti, serta kehadiran lifeguard lokal di lokasi kejadian berhasil menyelamatkan nyawa Bambang dari gulungan ombak.
Meski sang putra berhasil diselamatkan tanpa luka fisik yang berarti, insiden ini menyisakan luka psikologis yang mendalam bagi kedua orang tuanya.
Meisya mengungkapkan bahwa sang suami, Bebi Romeo, hingga kini masih terpukul dan terus menyalahkan dirinya sendiri atas kelalaian tersebut.
"Sepenggal cerita di Bali yang cukup memukul buat kami, tadinya enggak mau buka-buka videonya lagi. Enggak sanggup, Papa Bebi Romeo masih belum bisa memaafkan dirinya sampai sekarang karena merasa jadi Ayah yang gagal," tulis Meisya pilu.
Bambang sempat mengalami trauma berat sesaat setelah kejadian dan meminta untuk segera pulang ke Jakarta. Meski keesokan harinya keberanian bocah tersebut kembali muncul secara ajaib, perspektif Meisya dan Bebi mengenai keselamatan di pantai kini telah berubah total.
"Kejadian ini menjadi penyesalan kami sebagai orang tua karena hanya dengan beberapa menit merasa aman, kami hampir kehilangan anak yang paling kami cintai," tuturnya lagi.
Baca Juga: Sejak Wabah Corona Masuk Indonesia, Meisya Siregar Baru Satu Kali ke Mall
Melalui pengalaman berharga sekaligus mengerikan ini, Meisya Siregar menyematkan sebuah pesan mendalam. Dirinya mengimbau seluruh orang tua di luar sana agar tidak pernah meremehkan kekuatan alam terbuka, sekecil apapun celah kelengahan itu.
"Untuk semua orang tua yang sudah menonton video ini, jangan pernah lengah meskipun pantai itu sudah berkali-kali kita datangi. Laut tidak pernah bisa diprediksi. Satu detik saja bisa mengubah segalanya. Peluk anak-anak kita lebih erat hari ini karena kami hampir kehilangan kesempatan itu. Maafin bunda sama papa ya Nak," pungkas Meisya.