Sabtu, 01 Agustus 2026, 15:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyiapkan sejumlah agenda kenegaraan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Rangkaian kegiatan akan berlangsung sepanjang Agustus 2026 dengan melibatkan kementerian, lembaga, dan partisipasi masyarakat.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI akan diawali dengan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).

Acara tersebut akan dihadiri pejabat negara, tokoh agama, serta jemaah lintas agama dan dimeriahkan dengan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

Pemerintah juga akan memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada individu, institusi, organisasi, hingga kesatuan yang dinilai memiliki jasa dan pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara.

Para penerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, hingga militer.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026 dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Pada hari yang sama, Presiden juga akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang APBN 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan Sidang Paripurna DPR RI.

Pada 15 Agustus 2026, pemerintah akan menggelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Puncak peringatan HUT ke-81 RI akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto akan bertindak sebagai inspektur upacara.

Juri mengatakan pemerintah menargetkan sedikitnya 8.100 peserta hadir dalam upacara tersebut sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Masyarakat juga dapat mengikuti upacara secara langsung melalui mekanisme war ticket yang akan diumumkan kemudian.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat