Reaksi Pelatih Persebaya usai Bajul Ijo Gagal Menang di Kandang Sendiri: Saya Frustasi dengan Hasil Ini
Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:41 WIB
Surabaya, VIVA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku frustrasi setelah timnya gagal meraih kemenangan saat menjamu PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026), Bajul Ijo harus puas bermain imbang 2-2.
Baca Juga
Persebaya sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mengamankan tiga poin. Namun, dominasi permainan dan tingginya jumlah tembakan tidak cukup untuk membawa tim tuan rumah meraih kemenangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dua gol Miguel Pereira pada menit ke-36 dan 90+1 hanya mampu menyelamatkan Persebaya dari kekalahan. Sementara itu, PSS Sleman mencuri keunggulan melalui Melvyn Lorenzen pada menit ke-9 dan Hiromu Tanaka pada menit ke-61.
Baca Juga
Tavares menilai para pemainnya sudah menunjukkan sikap dan usaha yang baik sepanjang pertandingan. Meski demikian, hasil akhir tetap mengecewakan, terlebih karena Persebaya bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh Bonek dan Bonita.
"Para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain," ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan disitat Antara.
Baca Juga
Dominasi Persebaya Tak Berbuah Kemenangan
Laga Persebaya Vs PSS Sleman
Photo :
- Dok. Persebaya
Tavares menyoroti perbedaan jumlah peluang yang tercipta sepanjang pertandingan. Menurut dia, Persebaya mampu menghasilkan sekitar 20 tembakan dan 12 tendangan sudut, sedangkan PSS Sleman hanya mencatatkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut.
Statistik tersebut menunjukkan Persebaya lebih banyak menekan dan menciptakan peluang. Namun, penyelesaian akhir menjadi persoalan yang belum mampu dituntaskan tim asal Surabaya itu.
Sejumlah peluang Persebaya berhasil digagalkan penjaga gawang PSS Sleman, Pedro Caracoci de Oliveira. Beberapa tembakan lainnya juga terhalang pemain bertahan atau tidak mengarah tepat ke gawang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tavares turut menyoroti proses terjadinya dua gol tim tamu. Gol pertama PSS bermula dari situasi tendangan bebas setelah Persebaya melakukan pelanggaran, sedangkan gol kedua terjadi karena pemain lawan mendapat terlalu banyak ruang untuk melepaskan tembakan.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persebaya sebenarnya mampu membangun serangan melalui berbagai cara, mulai dari penetrasi ke pertahanan lawan hingga umpan silang dan penyelesaian di area kotak penalti. Namun, banyaknya peluang belum sejalan dengan jumlah gol yang dihasilkan.
Halaman Selanjutnya
"Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol," katanya.