AKURAT.CO Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun asal North Carolina, Amerika Serikat, didakwa atas tiga kasus pembunuhan setelah dituduh membantu merekam dan menyebarkan livestream penembakan di sebuah masjid di San Diego yang menewaskan tiga orang.

Remaja bernama Sarah Lindsey Santiago itu didakwa sebagai orang dewasa setelah grand jury di Forsyth County, North Carolina, mengeluarkan dakwaan pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia menghadapi tiga dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan konspirasi.

Jaksa Wilayah Forsyth County Jim O’Neill mengatakan Santiago diduga membantu dua pelaku penembakan, Cain Clark, 17 tahun, dan Caleb Vazquez, 18 tahun, dengan merekam aksi mereka, menyebarkan rekaman tersebut serta mempublikasikan tulisan bermuatan supremasi kulit putih yang dibuat para pelaku.

Diduga Sudah Sepakat Sebelum Serangan

Menurut dokumen dakwaan, Santiago diduga telah menyepakati rencana tersebut sebelum penembakan berlangsung. Ia disebut bertugas merekam livestream ketika kedua pelaku melakukan serangan, menyebarkan rekamannya, serta mempublikasikan dokumen yang ditulis oleh para penyerang.

Santiago juga dituduh membeli sebuah patch dengan simbol yang digunakan kelompok supremasi kulit putih dan mengirimkannya kepada salah satu pelaku untuk dikenakan saat serangan.

O’Neill mengatakan terdapat tiga orang yang menyaksikan livestream awal penembakan. Namun, belum diketahui apakah penyidik telah mengidentifikasi dua orang lainnya maupun apakah mereka akan menghadapi tuntutan hukum.

"Orang yang berada di sini, secara lokal, adalah orang yang merekam livestream tersebut. Dia menyebarkan informasi itu dan menerbitkan manifesto mereka," kata O’Neill.

Terancam Hukuman Berat

Jaksa mengatakan dakwaan membantu dan bersekongkol dalam hukum North Carolina dapat membawa konsekuensi hukum yang sama dengan pelaku utama. Santiago pun diproses sebagai orang dewasa dan ditahan tanpa jaminan.

Reuters melaporkan Santiago berpotensi menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat jika dinyatakan bersalah berdasarkan hukum North Carolina.

Pengacara Santiago, Alan Doorasamy Sr., membantah tuduhan terhadap kliennya. Dalam pernyataan kepada Associated Press, ia mengatakan Santiago tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang dikenakan kepadanya.

"Untuk saat ini saya dapat memastikan bahwa klien saya tidak bersalah atas semua tuduhan ini," kata Doorasamy.