Reyri Kaswanda nakhodai Bidang Pertanian Kadin Kalteng
Reyri Kaswanda nakhodai Bidang Pertanian Kadin Kalteng
Senin, 13 Juli 2026 09:41 WIB
FOTO: Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Kalteng, Reyri Kaswanda, pada saat bersalaman dengan Ketua umum Kadin Pusat, Anindiya Bakrie. ANTARA/Dokumentasi pribadi.
Palangka Raya (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Tengah menunjuk Reyri Kaswanda sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian di daerah.
"Kepercayaan ini menjadi amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami siap bekerja untuk mendorong kemajuan sektor pertanian di Kalimantan Tengah," kata Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Kalimantan Tengah, Reyri Kaswanda, Senin.
Penunjukan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Kadin Kalteng dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok tani.
Menurut Reyri, Kalimantan Tengah memiliki potensi besar pada sektor pertanian yang perlu dikelola secara optimal agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
"Potensi yang dimiliki harus didukung dengan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi agar hasil pertanian semakin berdaya saing," ucapnya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu, Kadin Kalimantan Tengah akan mendorong lahirnya program-program yang mampu menarik minat kaum muda untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di bidang pertanian.
"Kami akan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga setiap program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan petani dan pelaku usaha pertanian," ujarnya.
Selain memperluas kemitraan, Kadin Kalimantan Tengah juga akan mendorong penerapan digitalisasi dan penguatan manajemen usaha guna meningkatkan daya saing produk pertanian daerah.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.