Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai memungsikan layanan cathlab (operasi kateterisasi jantung) bagi masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh.

"Hari ini kita lakukan operasi perdana Cath Lab untuk dua orang pasien. Walaupun resminya baru Senin (17/8) besok, tindakannya harus kita lakukan hari ini karena dihadiri langsung oleh tim dokter spesialis dan Wakil Direktur RSUP H. Adam Malik Medan," kata Bupati Aceh Barat Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Minggu.

Tarmizi mengatakan pengoperasian perdana layanan cathlab tersebut sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat, untuk mendapatkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan operasi jantung.

Ia menjelaskan, layanan laboratorium kateterisasi jantung ini kembali difungsikan setelah terbengkalai dan tidak beroperasi sejak tahun 2018.

Tarmizi menyebutkan, alat medis bernilai tinggi tersebut kini telah diperbaiki melalui kerja sama dengan pihak vendor dan dipastikan berfungsi dengan normal. 

Saat ini Pemkab Aceh Barat sedang memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan menargetkan seluruh administrasi tuntas pada Oktober mendatang.

Langkah ini diambil agar beban finansial pasien penyakit jantung dapat ditekan secara signifikan.

Tarmizi mengatakan selama ini angka pasien jantung sangat tinggi dan sekitar 80 persen harus dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin di Banda Aceh. 

Biaya tindakan mandiri seperti pemasangan ring bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta, belum lagi biaya diagnosa awal sekitar Rp8 juta.
Dengan beroperasinya fasilitas Cathlab di Meulaboh, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh.

Selain memangkas biaya medis, hal ini juga memudahkan pendampingan keluarga pasien karena lokasi pelayanan yang lebih terjangkau.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.