Ruang kreatif merah putih dorong kebangkitan ekonomi Agam
Sebanyak 80 pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperkuat kapasitas usaha melalui Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 itu diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif. Program bertema “Peningkatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal” tersebut menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Fahmy Akmal mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga kebangkitan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Melalui ruang kreatif ini, kita menghadirkan wadah untuk belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi. Harapannya, ruang ini terus dimanfaatkan masyarakat untuk mengolah potensi lokal menjadi peluang usaha yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing,” kata Fahmy.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal dan pengelolaan usaha. Peserta juga mengikuti diskusi dan praktik untuk mengenali peluang di lingkungan sekitar serta mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Pembekalan disampaikan oleh praktisi ekonomi kreatif Kirno dan akademisi Universitas Andalas Ratni Prima Lita. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Agam dan Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.
Para peserta juga diperkenalkan pada konsep Desa/Nagari Kreatif. Pendekatan tersebut memberikan pemahaman bahwa ekonomi kreatif dapat dibangun sebagai ekosistem kawasan yang melibatkan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan potensi lokal mulai dari tingkat nagari.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Agam Taslim menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas diperlukan agar pengembangan ekonomi kreatif berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
Melalui peningkatan kapasitas dan penguatan kolaborasi, pelaku ekonomi kreatif di Agam diharapkan dapat kembali mengembangkan usahanya secara mandiri. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana.