Rupiah menguat seiring meredanya kekhawatiran investor pada fiskal RI - ANTARA News Jambi
......Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia setelah pemerintah melaporkan defisit APBN sebesar 0,76 persen dari PDB......
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore menguat 60 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.888 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.948 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.
“Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia setelah pemerintah melaporkan defisit APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) sebesar 0,76 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) hingga Juni serta mempertahankan proyeksi defisit APBN 2026 di bawah batas 3 persen dari PDB,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Tercatat, pendapatan negara terhimpun sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Kinerja pendapatan negara ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi, pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga (K/L) dan badan layanan umum (BLU).
Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target Rp2.693,7 triliun. Rinciannya, penerimaan pajak terkumpul sebesar Rp1.035,7 triliun (43,9 persen dari target Rp2.357,7 triliun) serta kepabeanan dan cukai Rp152 triliun (45,2 persen dari target Rp336 triliun).
Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271 triliun atau 59 persen dari target Rp459,2 triliun.
Baca juga: Rupiah diprediksi melemah seiring pasar antisipasi jelang RDG BI
Baca juga: Rupiah pada Selasa pagi menguat jadi Rp17.937 per dolar AS
Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target Rp3.842,7 triliun, tumbuh sebesar 17,8 persen (yoy).
Belanja pemerintah pusat telah tersalurkan sebanyak Rp1.298,6 triliun atau 41,2 persen dari target Rp3.149,7 triliun.
Pada sisi belanja kementerian/lembaga (K/L, realisasi tercatat sebesar Rp658,9 triliun atau 43,6 persen dari target Rp1.510,5 triliun, dan belanja non-K/L terealisasi Rp639,7 triliun atau 39 persen dari target Rp1.639,2 triliun.
Adapun penyaluran transfer ke daerah tercatat sebesar Rp357,4 persen atau 51,6 persen dari target Rp693 triliun.
Dengan kinerja itu, APBN mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sedangkan keseimbangan primer mengalami surplus sebesar Rp85,1 triliun.
“Beberapa bulan terakhir, banyak dana asing yang keluar oleh kekhawatiran defisit bisa melewati 3 persen, malah ada yang memperkirakan 4 persen,” ujar Lukman.
Sentimen lain berasal dari antisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (22/7).
Sebagai catatan, kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei 2026 menjadi penyesuaian pertama setelah bunga acuan berada pada level 4,75 persen sejak September 2025. Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada awal Juni.
Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18 ribu per dolar AS.
Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali menggelar RDG Bulanan pada 21-22 Juli 2026
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.909 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.976 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah pada Senin pagi melemah jadi Rp17.977 per dolar AS
Baca juga: Rupiah menguat seiring PPI AS lebih rendah dari perkiraan
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.