Moskow (ANTARA) - Rusia memperingatkan NATO dan Kementerian Luar Negeri Belgia bahwa tindakan aliansi tersebut di sekitar wilayah Kaliningrad Rusia dan meningkatnya ketegangan secara signifikan memperbesar risiko konflik bersenjata langsung.

Rusia juga menyatakan siap menggunakan seluruh persenjataannya untuk mempertahankan wilayahnya, menurut Kedutaan Besar Rusia di Belgia.

"Kami memperingatkan bahwa langkah yang provokatif dan tidak bertanggung jawab ini secara signifikan meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung dengan negara kami," kata kedutaan dalam pernyataan pada Senin.

"Kami menegaskan bahwa Rusia memiliki sarana yang diperlukan untuk menangkis kemungkinan agresi dan siap menggunakan seluruh persenjataannya untuk mempertahankan wilayahnya jika negara-negara NATO berupaya mengisolasi wilayah Kaliningrad dari bagian lain negara kami," imbuh pernyataan kedutaan.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa Rusia telah menyampaikan posisinya kepada Sekretariat Internasional NATO dan Kementerian Luar Negeri Belgia di tengah meningkatnya aktivitas militer aliansi tersebut di dekat perbatasan Rusia.

"Kami mencatat peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam aktivitas militer blok tersebut di dekat perbatasan barat negara kami," katanya.

"Inisiatif untuk menangkal apa yang disebut 'ancaman Rusia' terus meluas, termasuk latihan berskala besar yang mempraktikkan tindakan ofensif," menurut isi pernyataan itu lebih lanjut.

Menurut misi diplomatik Rusia, NATO berupaya menciptakan ancaman baru terhadap armada Rusia di kawasan Baltik, menyimulasikan skenario untuk mengisolasi wilayah Kaliningrad, serta mengembangkan rencana isolasi militer-politik terhadap pelabuhan-pelabuhan di wilayah barat laut Rusia.

Kedutaan juga menyoroti pernyataan sejumlah perwakilan negara-negara Barat tentang kemampuan NATO untuk menyerang target militer di wilayah Kaliningrad, serta seruan untuk menggelar latihan baru di dekat perbatasan Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah berulang kali menyoroti aktivitas dan peningkatan pasukan NATO yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya.

Kremlin menyatakan bahwa Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta: Katriana
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.