Saat Pesan Makanan Online, Muslim Perlu Perhatikan 5 Hal Ini
Jakarta -
Pesan makanan online kini makin praktis, apalagi banyak menu viral yang menggoda selera. Namun, konsumen Muslim tetap perlu memastikan makanan yang dipilih halal dan thayyib.
Tak cukup hanya melihat harga, rasa, atau popularitas restoran, saat muslim memilih pesan makan online. Status halal, kualitas bahan, proses pengolahan, hingga pengiriman juga perlu diperhatikan.
Lantas, apa saja yang harus dicek sebelum klik tombol pesan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Halal MUI (19/8) berikut 5 hal yang penting diperhatikan agar makanan tetap sesuai prinsip halal dan thayyib.
1. Cek Status Halal Restoran
Ilustrasi sopir ojek online. Foto: iStock
Konsumen Muslim tetap perlu memastikan makanan yang dipilih memenuhi prinsip halal dan thayyib. Jangan hanya melihat popularitas, ulasan, atau rekomendasi influencer.
Pastikan restoran atau produk yang dipilih sudah memiliki sertifikat halal yang jelas.
Sertifikasi halal memastikan bahan, proses produksi, penyimpanan, hingga penyajian sesuai ketentuan. Informasinya bisa dicek melalui aplikasi, media sosial, atau kanal resmi restoran.
2. Jangan Asal Percaya Klaim Halal
Konsumen perlu lebih teliti jika restoran hanya mencantumkan tulisan atau klaim halal tanpa sertifikasi. Cari informasi tambahan sebelum memutuskan memesan makanan tersebut.
Perhatikan juga menu lain yang dijual restoran, termasuk minuman beralkohol atau makanan yang tidak halal. Hal ini penting karena berkaitan dengan pengelolaan bahan dan penggunaan peralatan.
Penyimpanan dan penyajian juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi. Jika masih ragu, sebaiknya pilih restoran dengan informasi kehalalan yang lebih jelas.
3. Perhatikan Proses Pengiriman
Ilustrasi sopir ojel online antar pesanan makanan. Foto: iStock
Kehalalan makanan juga perlu dijaga selama proses pengiriman hingga sampai ke tangan konsumen. Kemasan harus mampu melindungi makanan dari risiko kontaminasi selama perjalanan.
Hal ini semakin penting untuk makanan yang dikirim menggunakan layanan ekspedisi atau membutuhkan rantai dingin. Produk bisa saja diangkut bersama berbagai jenis barang sehingga integritas kemasannya harus dijaga.
Pelaku usaha perlu memilih kemasan dan layanan distribusi yang sesuai. Dengan begitu, makanan halal tetap terlindungi selama perjalanan dan aman dikonsumsi.
4. Pastikan Makanan Juga Thayyib
Dalam Islam, makanan yang dikonsumsi bukan hanya harus halal, tetapi juga thayyib atau baik. Artinya, makanan perlu diperhatikan dari sisi kualitas, kandungan gizi, dan dampaknya bagi kesehatan.
Kemudahan pesan antar bisa membuat orang lebih sering memilih makanan cepat saji atau minuman manis. Konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Karena itu, pilih menu yang lebih seimbang dengan protein, sayuran, buah, dan air putih. Makanan tinggi gula, garam, serta lemak sebaiknya tetap dibatasi meski sedang promo
5. Jangan Berlebihan Saat Makan
Berlebihan makan Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto
Islam juga mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Kebiasaan makan secukupnya dan berhenti sebelum terlalu kenyang dapat membantu menjaga kesehatan.
Promo paket jumbo dan diskon pembelian dalam jumlah banyak terkadang membuat orang membeli lebih dari kebutuhan. Sebaiknya pesan makanan sesuai porsi agar tidak berujung pada konsumsi berlebihan dan pemborosan.
Makanan yang dipesan juga bisa dibagikan kepada keluarga, tetangga, atau orang yang membutuhkan. Selain membawa nilai kebersamaan, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi limbah makanan.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video Kepala BPJPH Pastikan Produk Marshmallow Merek Ini Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)