Samsung: Galaxy Z Fold8 Bukan Sekadar HP Lipat, Tapi Pembentuk Tren Baru
Jakarta -
Samsung Electronics Indonesia menegaskan bahwa inovasi tidak hanya soal menghadirkan produk baru, tetapi juga membentuk kategori, perilaku pengguna, dan standar baru di industri.
Pandangan itu disampaikan MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, saat memperkenalkan Galaxy Z Fold8.
"Dalam industri ini ada dua jenis pemain: mereka yang menunggu tren terjadi dan mereka yang membuat tren itu menjadi kenyataan," ujar Ilham di Jakarta, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, setiap inovasi besar yang dihadirkan Samsung tidak hanya dilihat sebagai perangkat baru, tetapi juga sebagai pembuka pasar dan kebiasaan baru.
"Dunia tidak hanya melihatnya sebagai sebuah produk baru. Dunia melihatnya sebagai sebuah kategori baru yang terbuka, perilaku baru yang terbentuk, bahkan standar baru yang harus dikejar pemain lain," katanya.
Melalui Galaxy Z Fold8, Samsung mengusung tema 'New Shape, New Joy'. Konsep ini menekankan bahwa perubahan bentuk perangkat dapat melahirkan pengalaman penggunaan yang berbeda.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Foto: Adi FR/detikINET
Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain lebih tipis dan ringan. Ilham menyebut perangkat ini sebagai Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dihadirkan Samsung. Dalam kondisi terbuka, ketebalannya sekitar 4,5 milimeter dengan bobot sekitar 201 gram.
"Bentuk baru ini akan mendorong lahirnya perilaku penggunaan yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita bayangkan pada sebuah smartphone," ungkap pria berkacamata ini.
Meski lebih ringan, Samsung menyatakan tidak mengurangi aspek penting lainnya. Galaxy Z Fold8 dibekali baterai berkapasitas lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya dan menggunakan teknologi baterai berbasis silikon. Perangkat ini juga mengusung teknologi Flex Titanium untuk meningkatkan daya tahan layar.
Faktor bentuk lipat menjadi bagian utama dari pengalaman yang ditawarkan. Saat ditutup, perangkat dapat digunakan seperti smartphone biasa. Ketika dibuka, layar yang lebih luas dapat dimanfaatkan untuk membaca, menonton video, membuka media sosial, hingga bekerja secara multitugas.
Galaxy Z Fold8 saat membuka komik atau manga. Foto: Adi FR/detikINET
Bagi pengguna yang gemar membaca buku elektronik, manga, atau komik, Galaxy Z Fold8 dapat menampilkan satu halaman saat tertutup dan dua halaman saat dibuka. Pengalaman ini dinilai menyerupai membaca buku fisik.
Samsung juga memperkuat perangkat ini dengan Galaxy AI. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah My Fancam, yang memungkinkan pengguna merekam konser atau pertandingan olahraga, lalu memilih subjek tertentu untuk diikuti secara otomatis dalam proses penyuntingan.
Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan kamera utama untuk selfie sambil melihat pratinjau melalui layar depan. Fitur ini menawarkan kualitas gambar lebih tinggi sekaligus mempertahankan kemudahan dalam mengatur komposisi.
Galaxy Z Fold8 menawarkan pengalaman memotret yang unik. Foto: Adi FR/detikINET
Melalui Galaxy Z Fold8, Samsung ingin menggeser persepsi bahwa smartphone lipat hanya menawarkan layar fleksibel. Perusahaan berupaya menjadikannya sebagai perangkat yang membentuk cara baru dalam menikmati konten, membuat video, mengambil foto, dan menggunakan smartphone sehari-hari.
"Bentuk baru ini akan melahirkan berbagai perilaku penggunaan baru yang dapat kita rasakan melalui Galaxy Z Fold8," kata Ilham.
(afr/fay)
TAGSLIHAT LAINNYA