Samuel Wattimena dorong Kota Lama jadi hub kesenian nusantara
Samuel Wattimena dorong Kota Lama jadi hub kesenian nusantara
Minggu, 6 September 2026 22:06 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan jajarannya, saat pembukaan Festival Kota Lama, Semarang, Jumat (4/9/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong kawasan Kota Lama Semarang menjadi hub kesenian nusantara sekaligus destinasi wisata berbasis sejarah, seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
"Dari tahun ke tahun saya melihat ada usaha untuk berkembang dari pagelaran-pagelaran yang diadakan," katanya setelah pembukaan Festival Kota Lama di Semarang, Jumat malam.
Menurut dia, keterlibatan Semarang dalam Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi peluang penting untuk mengembangkan berbagai agenda seni dan budaya secara berkelanjutan.
"Saya kebetulan mitranya (Kementerian) Pariwisata yang kemudian memberikan kesempatan di Karisma Event Nusantara untuk Semarang," katanya.
Ia terus mendorong agar festival ke depan memberikan ruang lebih besar bagi kekayaan seni lokal, seperti gamelan dan keroncong Semarangan, sekaligus menghadirkan berbagai pertunjukan seni dari daerah lain di Indonesia.
"Semarang ini bisa jadi hub-nya dari berbagai kesenian Nusantara untuk orang datang ke Semarang dan kita bisa melihat Indonesia," kata legislator Dapil Jawa Tengah 1 tersebut.
Ia mengingatkan bahwa Kota Lama Semarang memiliki keunggulan besar sebagai kawasan kota tua, bahkan kawasan yang paling baik dan sempurna di Indonesia.
"Kota Lama ini spesial sekali. Buat Indonesia ini spesial sekali. Ini perlu disosialisasikan oleh teman-teman media supaya masyarakat menyadari kelebihan yang mereka miliki," katanya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan Festival Kota Lama semakin berkembang dan memiliki durasi penyelenggaraan yang lebih panjang.
Menurut dia, festival tersebut juga disiapkan sebagai hiburan bagi para tamu dan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 yang datang ke Kota Semarang.
"Keren banget ini. Makin lama semakin keren, dan waktunya semakin panjang. Ini juga nanti akan menjadi hidangan hiburan bagi tamu-tamu kita pada saat MTQ berlangsung," katanya.
Ia mengatakan Festival Kota Lama menjadi gambaran nyata akulturasi budaya, sekaligus bukti bahwa peninggalan masa lalu tidak harus diruntuhkan untuk menghadirkan modernitas.
Bangunan bersejarah, kata dia, dapat dimanfaatkan dan dipadukan dengan perkembangan ekonomi serta kreativitas masyarakat saat ini.
"Ini akan menunjukkan pertemuan akulturasi budaya yang sesungguhnya. Pembangunan yang dilakukan masa lalu itu tidak perlu diruntuhkan. Bisa digunakan dan dipertemukan dengan modernitas," ujarnya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.