Sara Wijayanto Bocorkan Sisi Rapuh Laras di The Doll Ghawiah, Beda dari Film Sebelumnya
Jadi intinya...
- Film "The Doll Ghawiah" adalah prekuel, tayang 29 Oktober 2026.
- Sara Wijayanto perankan Laras muda, mengeksplorasi sisi rentan karakternya.
- Boneka Ghawiah menyimpan jiwa terluka, menjadi sumber teror utama film.
Liputan6.com, Jakarta - Rumah produksi Hitmaker Studios memperluas semesta horor The Doll lewat film terbaru bertajuk The Doll Ghawiah. Disutradarai Guntur Soeharjanto, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Dalam film ini, Sara Wijayanto dipercayai memerankan Laras. Sara mengatakan cerita The Doll Ghawiah ini berlangsung sebelum kejadian dalam film-film The Doll sebelumnya.
"Tahun 2017 itu ada The Doll, terus The Doll 2, Sabrina, dan The Doll 3. Nah, ini kejadiannya sebelum semua terjadi," kata Sara Wijayanto ditemui di Kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
Kali ini, Sara juga harus mengeksplorasi fase awal kehidupan Laras yang masih kerap diliputi keraguan terhadap kepekaan batinnya. Ia bahkan menggali kembali pengalaman pribadi untuk menghadirkan ekspresi ketakutan Laras secara lebih natural di depan kamera.
"Di sini bener-bener ngasih lihat sisi manusiawi dia. Scene di mana untuk menampilkan Laras yang takut, itu aku harus mengingat diriku dulu gimana (saat takut). Ini bener-bener menampilkan sisi Laras yang sangat vulnerable gitu yang sebelumnya nggak pernah dikasih lihat," kata Sara.
Boneka Ghawiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355253/original/063824000_1790091244-1000644376.jpg)
Perbesar
Selain menghadirkan sisi emosional para karakter, film The Doll Ghawiah juga menghadirkan sosok boneka Ghawiah dengan tampilan yang sekilas terlihat manis dan polos. Namun, di balik wajah tersebut tersimpan aura mengintimidasi yang menjadi sumber teror bagi para karakter sekaligus penonton.
Tak hanya itu, film ini juga menawarkan pengalaman sinematik melalui format premium, termasuk layar IMAX. Ketajaman visual dan tata suara yang intens dihadirkan untuk memperkuat atmosfer mencekam sepanjang film.
Cerita The Doll Ghawiah mengambil latar tahun 1988. Kala itu, pasangan suami istri Arya dan Evi menghadapi kebangkrutan finansial di Jakarta sebelum memutuskan membawa kedua putri mereka, Gita dan Nala, untuk memulai kehidupan baru di kawasan Babakan Siliwangi, Bandung.
Namun, kehidupan keluarga tersebut berubah menjadi mimpi buruk setelah Nala bertemu dengan seorang anak misterius di tengah rimbunnya pepohonan hutan. Pertemuan tersebut membuat Nala membawa pulang sebuah boneka bernama Ghawiah.
Legenda Kelam di Balik Ghawiah
Sejak saat itu, serangkaian kejadian gaib mulai menghantui keluarga Arya. Boneka Ghawiah ternyata menyimpan jiwa-jiwa terluka yang mengancam keselamatan seluruh penghuni rumah.
Di tengah teror tersebut, sosok Laras, seorang pelayan restoran lokal, mulai mengungkap legenda kelam di balik Ghawiah. Ia mengisahkan arwah seorang bocah bernama Uci yang tewas akibat kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Infotainment Awards 2026: Sandrina Michelle - Junior Roberts Dinobatkan Jadi Pasangan Favorit