Sejumlah tokoh dunia bahas dampak AI di World Encounter Summit

Sabtu, 5 September 2026 15:45 WIB

Image Print

Forum World Encounter Summit 2026. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Sejumlah tokoh dunia dari kalangan pemerintah, pemuda, akademisi, tokoh agama, hingga perusahaan teknologi berkumpul di Bali untuk membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap kehidupan manusia dalam forum World Encounter Summit 2026.

Rangkaian forum tersebut diawali dengan Bali Harmony Dialogue pada Kamis (3/9/2026) di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, kemudian dilanjutkan dengan XI International Scholas Chairs Congress 2026 pada 4-6 September 2026.

Para peserta dari lima benua membahas menyoroti kesenjangan akses data, daya komputasi, serta infrastruktur digital yang membuat pemerataan manfaat AI menjadi isu keadilan sosial dan ekonomi, serta dampak AI terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai pendidikan, dunia kerja, kesehatan mental generasi muda, demokrasi, hingga hubungan sosial.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI Luhut B. Pandjaitan mengatakan Indonesia harus membangun kapasitas sendiri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

"Salah satunya melalui pengembangan AI yang ditopang energi bersih serta pendidikan STEM," tandas Luhut.

Sementara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan tingginya penggunaan AI oleh generasi muda Indonesia harus diikuti penguatan riset, talenta, infrastruktur, dan kebijakan.

"Penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional," ujar Meutya.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pasar bagi produk AI dari negara lain.

Direktur Eksekutif Scholas Occurrentes Maria Paz Jurado mengingatkan pertanyaan terbesar di era AI bukan hanya tentang apa yang mampu dilakukan mesin, namun dunia juga harus menentukan manusia seperti apa yang ingin dibangun bersama teknologi tersebut.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026