Sekjen ASEAN: Kawasan tetap damai di tengah hubungan dengan China

Jumat, 25 September 2026 12:32 WIB

Image Print

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn saat memberikan sambutan dalam peringatan 5 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) China-ASEAN di Jakarta, Kamis (24/9/2026). /ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan bahwa kawasan Asia Tenggara secara umum tetap damai, stabil, dan aman di tengah hubungan ASEAN-China yang terus berkembang selama 35 tahun terakhir.

“Pada dasarnya, kawasan kita tetap damai, stabil, dan aman. Ada banyak kepercayaan antara kedua pihak,” kata Sekjen Kao kepada media dalam peringatan 5 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) China-ASEAN di Jakarta, Kamis malam.

Menurut dia, stabilitas kawasan ASEAN tercermin dari tingginya kunjungan wisatawan China ke kawasan ASEAN. Pada 2025, sebanyak 21,8 juta wisatawan China mengunjungi negara-negara anggota ASEAN.

“Jika tidak ada kepercayaan, mengapa ada 21,8 juta wisatawan dari China yang datang ke kawasan kita? Karena masyarakat percaya dan memiliki keyakinan terhadap kondisi hubungan kedua pihak,” ujarnya.

Sekjen Kao menambahkan bahwa berbagai kegiatan, program, dan proyek pertukaran antar masyarakat telah menjadi salah satu fondasi hubungan ASEAN-China dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan konektivitas juga menjadi bagian penting dari hubungan ASEAN-China. Terusan Pinglu di China, misalnya, dinilai dapat memberikan manfaat bagi ASEAN dengan semakin mendorong hubungan perdagangan.

“Ini bukan hanya terusan untuk China karena juga akan memberikan manfaat bagi ASEAN, karena akan semakin mengubah hubungan perdagangan kita,” katanya.

Kao mengatakan ASEAN dan China masih memiliki ruang untuk memperluas kerja sama melalui Rencana Aksi ASEAN-China 2026-2030, yang mencakup berbagai bidang untuk kepentingan bersama.

Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan momentum hubungan sekaligus menghadirkan dinamika baru, termasuk melalui peningkatan interaksi generasi muda. Sekitar 100.000 pelajar dari negara-negara ASEAN saat ini menempuh pendidikan di China, yang disebut sebagai investasi bagi masa depan hubungan kedua pihak.

Terkait Kemitraan Komprehensif Strategis China-ASEAN yang telah dimulai sejak 2021, Kao menegaskan bahwa penting untuk memastikan bahwa kemitraan tersebut dapat terus berjalan dan dilaksanakan secara konstruktif.

“Kita memiliki banyak perkembangan positif dan saya kira kita tidak boleh menganggap semua ini sebagai sesuatu yang sudah pasti. Artinya, di satu sisi kita perlu terus mempertahankan momentum hubungan ini, tetapi pada saat yang sama juga memberikan dinamika baru,” kata Kao.

Baca juga: Singapura antusias sambut atmosfer SUGBK pada FIFA ASEAN Cup

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekjen ASEAN: Kawasan tetap damai di tengah hubungan dengan China

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026