Sekolah Rakyat di Temanggung dibangun pada Oktober 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 16:59 WIB

Image Print

Operator mengoperasikan alat berat pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 1 di Candiyasan, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/3/2026). Pelaksana proyek PT WIjaya Karya melaksanakan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Wonosobo dengan menambah jumlah tenaga kerja dari 400 menjadi 1.167 orang dan alat berat dari 3 unit menjadi 12 unit, hingga awal minggu ketiga Mei 2026 perkembangan proyek telah mencapai 40,67 persen. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memproyeksikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno di Temanggung, Rabu, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Temanggung Agus Setyawan mengikuti pembahasan terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Informasinya kita tetap masuk di desain yang ketiga. Kemungkinan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2026, sehingga ketentuan-ketentuan administrasi kita persiapkan," katanya.

Menurut dia, Pemkab Temanggung saat ini terus mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi maupun teknis agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan lancar dan tidak menemui banyak kendala saat pelaksanaan.

Ia menyampaikan, seiring dengan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat, kebutuhan lahan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya kapasitas peserta didik diperkirakan sekitar 1.180 siswa, jumlah tersebut kini meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar 2.260 siswa.

Sekolah Rakyat tersebut nantinya akan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Dengan kapasitas tersebut, katanya, kebutuhan lahan minimal ditetapkan sekitar 7,5 hektare. Sementara itu, Pemkab Temanggung sebelumnya hanya memiliki lahan sekitar 5 hektare.

Untuk memenuhi kekurangan lahan, Pemkab Temanggung memperoleh hibah tanah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah seluas sekitar 2,5 hektare.

Ia menyampaikan, proses pemanfaatan lahan milik Pemprov Jawa Tengah sebelumnya memerlukan penyesuaian izin karena peruntukan awalnya untuk sektor pertanian.

Namun, seiring dengan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat yang hampir dua kali lipat, kebutuhan lahan turut bertambah sehingga Pemkab Temanggung akhirnya memperoleh hibah lahan sekitar 2,5 hektare dari Pemprov Jawa Tengah.

"Kami gencar mempersiapkan semuanya agar ketika nanti dilaksanakan tidak banyak kendala," katanya.

Ia menyampaikan, Pemkab Temanggung kini memfokuskan persiapan administrasi dan kebutuhan pendukung lainnya sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Karanggedong dapat dimulai sesuai target pada Oktober 2026.

Baca juga: Ratusan KDKMP di Kabupaten Temanggung siap beroperasi

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.