Bengkayang (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengesampingkan sikap saling menyalahkan di tengah kondisi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.  

"Sekarang saatnya kita bersatu untuk menghadapi musibah yang sedang menimpa daerah kita ini. Jangan lagi saling menyalahkan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Mari kita tinggalkan budaya saling menuding dan fokus memberikan perhatian penuh bersama seluruh elemen masyarakat," kata Ria Norsan saat menghadiri Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara, Sukadana, Selasa. 

Menurut Ria Norsan, penanganan karhutla di Kalimantan Barat saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api hingga organisasi kemasyarakatan. 

"Syukur sampai saat ini tidak kurang dari 15.000 personel gabungan bahu-membahu memadamkan api," ujarnya.

Ia mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla karena MPA dapat membantu pemerintah dan petugas dalam menghadapi kebakaran di wilayah masing-masing.   

Dalam kegiatan tersebut, Ria Norsan juga menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada perwakilan MPA untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di sejumlah wilayah Kecamatan Sukadana.   

Ria Norsan mengatakan penanganan karhutla melalui pemadaman dari udara masih menghadapi kendala operasional akibat jarak pandang di lokasi kebakaran. Kondisi tersebut turut memengaruhi pelaksanaan pemadaman menggunakan helikopter.  

Pemerintah juga merencanakan dukungan helikopter Chinook dari Jepang untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.

"Dalam waktu dekat, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing menuju Ketapang untuk membantu pemadaman api di Ketapang dan Kayong Utara," katanya. 

Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan daerahnya menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang mengalami kebakaran cukup parah sehingga membutuhkan penanganan secara bersama-sama. 

Ia menilai keberadaan MPA penting dalam upaya penanganan karhutla karena masyarakat berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran sehingga dapat membantu melakukan deteksi dini dan penanganan awal sebelum api meluas.

"Pemkab Kayong Utara tentu terus mendorong koordinasi antara masyarakat, aparat, dan instansi terkait agar pencegahan maupun pemadaman karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu," ujarnya.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.