Serangan Besar di Eropa Hancurkan Stok Pangan. Sasarannya Kulkas
Jakarta, CNBC Indonesia - Ada-ada saja ulah hacker. Kali ini mereka menyerang sistem pendingin di ratusan supermarket di Eropa hingga membuat kulkas penyimpanan makanan memanas. Serangan ini bikin pihak supermarket harus membuang makanan yang sudah tidak aman dikonsumsi.
Hacker menargetkan sistem pendingin di sekitar 150 gerai Intermarché. Pelaku menyusup ke sistem kontrol pendingin dan mengaktifkan mode pencairan bunga es (defrost), sehingga suhu perangkat naik hingga 50 derajat Celsius.
Mengutip dari TechSpot, para karyawan baru menyadari gangguan tersebut sekitar enam jam kemudian. Akibatnya, seluruh makanan yang tersimpan di lemari pendingin itu rusak dan harus dibuang.
Serangan serupa juga menyasar jaringan supermarket lain. AFP melaporkan kurang dari 100 gerai Cooperative U turut terdampak. BMF menyebut sejumlah gerai Leclerc juga mengalami gangguan. Selain itu, sistem label harga elektronik dilaporkan ikut terkena dampak.
Bloomberg melaporkan sistem yang menjadi sasaran serangan di Intermarché dikelola oleh Danfoss. Beberapa bulan sebelumnya, peneliti keamanan dari Team 82 telah menerbitkan laporan yang mengungkap sejumlah celah keamanan pada pengontrol pendingin Danfoss. Celah tersebut berpotensi memungkinkan serangan seperti yang terjadi di supermarket tersebut.
Dampak finansial serangan ini belum diketahui secara pasti. Laporan awal memperkirakan kerugian mencapai sekitar 300.000 euro. Namun, nilai kerugian itu berpotensi meningkat seiring dengan terungkapnya skala serangan.
CEO Cooperative U Dominique Schelcher mengatakan pihaknya telah mengirim tim ke gerai-gerai yang terdampak untuk memperbaiki masalah. Perusahaan juga akan melakukan investigasi menyeluruh. Hingga laporan ini ditulis, belum ada tersangka yang diumumkan kepada publik.
Serangan tersebut berpotensi menjadi uji coba bagi pelaku untuk menunjukkan efektivitas metode peretasan mereka. Jika serangan serupa dilakukan bersamaan dengan serangan destruktif terhadap jaringan listrik atau utilitas lainnya, dampaknya bisa jauh lebih besar.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]