Sanaa (ANTARA) - Pemerintah Yaman pada Sabtu (15/8) mengatakan serangkaian serangan rudal dan drone Houthi telah menghentikan kegiatan operasional Pelabuhan Mocha di Laut Merah dan menyebabkan kerugian material langsung sekitar 16 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.882).

Abdulmalik al-Sharabi, direktur pelabuhan yang dikuasai pemerintah tersebut, menyampaikan dalam konferensi pers di Mocha bahwa serangan Houthi selama sepekan terakhir menewaskan tujuh orang, termasuk empat anggota pasukan keamanan pelabuhan dan tiga pegawai pelabuhan, serta menyebabkan kerusakan ekstensif pada fasilitas dan peralatan, lapor kantor berita milik negara, Saba.

Al-Sharabi mengatakan bahwa serangan Houthi telah merusak enam kapal kayu dan sebuah kapal keruk yang digunakan dalam proyek perluasan pelabuhan.

Sementara itu, lumpuhnya pengoperasian pelayaran dan komersial juga menyebabkan sekitar 1.300 pekerja kehilangan mata pencaharian.

Terletak di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, di dekat Selat Bab al-Mandab yang strategis, Pelabuhan Mocha merupakan pintu masuk utama bagi barang-barang komersial dan pasokan ke wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah.

Pasukan Perlawanan Nasional yang pro-pemerintah pada Jumat (14/8) mengatakan Houthi telah meluncurkan 40 rudal balistik dan 46 drone, serta kapal-kapal bermuatan bahan peledak, ke arah Mocha, dengan sasaran pelabuhan dan sejumlah lokasi lain di wilayah tersebut dalam eskalasi terbaru.

Houthi mengatakan operasi mereka di wilayah Mocha menargetkan peningkatan kekuatan militer dan depot senjata milik pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Namun, pemerintah Yaman membantah klaim tersebut dan menyebut Pelabuhan Mocha sebagai fasilitas komersial sipil.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.