Serangan ke Arab Saudi Berlanjut, Gedung Perusahaan Minyak Negara Aramco Jadi Sasaran
Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03 WIB
Riyadh, VIVA – Arab Saudi kembali diserang pada Selasa (13/10/2026) waktu setempat. Serangan kali ini di Arab Saudi menyasar sebuah gedung administrasi milik perusahan minyak negara Arab Saudi, Aramco yang terletak di kota Dhahran wilayah timur Arab. Serangan tersebut memicu kebakaran terbatas.
Baca Juga
Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan pihak berwenang telah merespon insiden tersebut dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu," demikian keterangan dari pihak Kementerian Energi Arab Saudi dikutip dari laman Reuters, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga
Sementara itu, seorang sumber yang enggan disebutkan namanya dari perusahaan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah rudal balistik menghantam kompleks kantor pusat Aramco di Dhahran. Menurut sumber itu, sebuah menara perkantoran di kompleks tersebut terkena serangan dan tiga lantai teratasnya mengalami kerusakan. Sumber tersebut dan dua orang lain yang mengetahui kejadian itu mengatakan gedung tersebut sempat terbakar.
Kompleks itu menampung salah satu pusat operasi utama Aramco, yang mengelola jaringan luas fasilitas minyak, mulai dari anjungan pengeboran di darat dan lepas pantai hingga jaringan pipa, kilang, dan terminal ekspor.
Baca Juga
Sebelum pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi serangan itu, enam sumber mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mendengar suara ledakan keras di dekat kompleks Aramco.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan, pecahan rudal yang berhasil dicegat dan dihancurkan di Dhahran jatuh di kawasan permukiman. Namun, koalisi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Rentetan Serangan ke Arab Saudi
Selama sepekan terakhir, kelompok Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone ke sejumlah lokasi strategis di Arab Saudi. Serangan itu dilakukan sebagai balasan atas dukungan kerajaan tersebut terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara yang kembali berkobar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bandara Internasional Riyadh telah mengalami empat kali serangan. Salah satunya terjadi pada Sabtu dan menewaskan 13 orang.
Serangan rudal balistik ke bandara Riyadh pada Sabtu menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam satu dekade terakhir. Serangan-serangan berikutnya juga menyebabkan penerbangan di berbagai wilayah negara itu terhenti.
Halaman Selanjutnya
Pihak berwenang juga melaporkan bahwa sejumlah drone dan rudal berhasil dicegat dan dihancurkan di ibu kota Riyadh serta wilayah selatan Arab Saudi.