Jakarta, CNN Indonesia --

Kapten Dewa United Women, Shafira Ika merasa tertantang melakoni Liga Putri Indonesia atau Indonesia Womens League karena penyebaran pemain Timnas Putri Indonesia dalam kompetisi ini merata.

Shafira Ika yang juga berstatus kapten Timnas Putri Indonesia menyambut positif Liga Putri Indonesia kembali eksis setelah hiatus tujuh tahun. Atlet 23 tahun itu semakin bersemangat karena kekuatan klub peserta terlihat sebanding.

"Karena penyebaran pemain Timnas Indonesia merata [di antara klub peserta], jadi saya melihat ini sebagai hal positif karena setiap tim punya kemampuan merata. Jadi meski persiapan jelang liga sempat terpotong agenda Timnas, kemampuan peserta saya bilang cukup merata," kata Ika di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Hasil Denmark Open: An Se Young Juara, Tumbangkan Akane di Final
  • Hasil Denmark Open: Fajar/Fikri Juara, Tekuk Ganda Malaysia
  • Hasil Liga Inggris: MU Ditahan Leeds 1-1, Awal Musim Kian Suram

Pelatih Bekasi City, Rudy Eka Priyambada juga mengomentari hal serupa. Rudy Ekamenyambut baik persebaran pemain Timnas Putri Indonesia di Indonesia WomensLeague.

"Saya pikir awalnya asumsi setiap orang mungkin berbeda-beda. Ada yang mengikuti perkembangan ini dan ada yang tidak," tutur Rudy Eka usai lawan Persija.

"Namun, beberapa pemain saya juga ada di timnas. Di Persijaada pemain saya, begitu juga di Dewa United. Saya pikir, sebaran pemain Timnas sebenarnya sudah cukup baik," ucap Rudy menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Liga Putri Indonesia 2026/2027 berisi enam klub yakni Persija Jakarta, Persikad Depok, FC Bekasi City, Persita Tangerang, Dewa United, dan Garudayaksa. Setiap peserta diwajibkan diperkuat minimal satu pemain dengan label Timnas Indonesia.

Dewa United Women mengawali Liga Putri Indonesia 2026/2027 dengan kemenangan 1-0 atas Persikad Depok di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10). Meski demikian, pelatih Dewa United Women, Dicky Firasat ingin mengevaluasi performa tim terutama di aspek adaptasi pemain.

"Para pemain perlu beradaptasi di cuaca, terutama untuk pemain asing karena mereka masih bilang kepanasan," ujar Dicky.

Di satu sisi, Dicky berharap Liga Putri Indonesia jadi kawah candradimuka dalam mencetak talenta unggul Timnas Putri Indonesia. Menurutnya, tim nasional butuh kompetisi resmi sebagai wadah para pemain mengasah talenta.

"Banyak potensi sepak bola wanita yang butuh wadah dan kompetisi adalah wadah itu. Semoga turnamen bisa berkembang lebih baik dan bisa menghasilkan pemain untuk Timnas Indonesia," ucapnya.

(sry/ikw/sry)