Simulasi TKA SMA dan SMK 2026 Dimulai Hari Ini, Kapan Ujian Utamanya?
AKURAT.CO Simulasi TKA SMA dan SMK 2026 mulai berlangsung hari ini, Senin (21/9/2026). Tahap simulasi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan sebelum peserta mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada pelaksanaan utama.
Simulasi TKA SMA dan SMK 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan, yakni 21-27 September 2026. Setelah tahap tersebut, peserta masih akan menjalani dua gelombang gladi bersih sebelum memasuki jadwal ujian utama.
Lantas, kapan pelaksanaan utama TKA SMA dan SMK 2026? Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam informasi resmi, ujian utama akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Baca Juga: Beasiswa GIST 2027 Dibuka, Kuliah S2-S3 di Korea Dapat Tunjangan hingga Rp3,7 Juta per Bulan
Jadwal TKA SMA dan SMK 2026
TKA 2026 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat memiliki sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan peserta dan sekolah.
Berikut rangkaian jadwalnya:
Simulasi: 21-27 September 2026
Gladi Bersih Gelombang 1: 5-11 Oktober 2026
Gladi Bersih Gelombang 2: 12-18 Oktober 2026
Pelaksanaan Utama: 26 Oktober-8 November 2026
Dengan jadwal tersebut, simulasi yang berlangsung mulai hari ini bukan merupakan pelaksanaan TKA utama. Tahap ini lebih ditujukan untuk membantu peserta dan sekolah mengenali mekanisme serta kesiapan teknis sebelum ujian sebenarnya.
Kapan Pelaksanaan Utama TKA 2026?
Pelaksanaan utama TKA 2026 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat dijadwalkan pada 26 Oktober-8 November 2026.
Pelaksanaan tersebut terbagi dalam beberapa jadwal. Berdasarkan informasi jadwal yang tersedia, rincian pelaksanaan utama meliputi:
26-29 Oktober 2026: Gelombang 1
31 Oktober-1 November 2026: Gelombang khusus mata pelajaran wajib
2-5 November 2026: Gelombang 2
7-8 November 2026: Gelombang khusus mata pelajaran pilihan
Sementara itu, peserta yang mengikuti jadwal susulan akan menjalani pelaksanaan pada 16-29 November 2026.
Apa Tujuan Simulasi TKA SMA dan SMK 2026?
Simulasi TKA menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenali bentuk soal sekaligus membiasakan diri dengan sistem ujian berbasis komputer.
Tahap ini juga dapat membantu sekolah dan panitia memastikan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan utama. Dengan mengikuti simulasi, berbagai kendala yang berkaitan dengan mekanisme pengerjaan maupun penggunaan aplikasi dapat diketahui lebih awal.