Di sisi lain, skor matematika Indonesia berada di angka 364 atau mengalami penurunan dibandingkan hasil sebelumnya.

Perbedaan capaian tersebut menjadi gambaran penting untuk melihat perkembangan kemampuan siswa Indonesia sekaligus tantangan yang masih perlu diperkuat dalam pembelajaran.

Baca Juga: Audiensi dengan DPR, Sejumlah Kepala Desa Bahas Penghematan Anggaran hingga Pilkades

Skor PISA Indonesia 2025 di Sains Naik 6 Poin

PISA 2025 mencatat adanya peningkatan kemampuan siswa Indonesia pada bidang sains. Skor sains Indonesia naik dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 pada PISA 2025.

Kenaikan enam poin tersebut menjadi salah satu capaian yang mendapat perhatian karena sains merupakan fokus utama dalam pelaksanaan PISA 2025. Hasil tersebut menunjukkan adanya perkembangan kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan pengetahuan sains untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Kemendikdasmen juga menilai capaian tersebut perlu dilihat dalam konteks perkembangan skor negara-negara lain yang mengikuti PISA. Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen pada Selasa (8/9/2026), performa pendidikan Indonesia dinilai relatif stabil ketika dibandingkan dengan tren negara-negara OECD selama 25 tahun terakhir.

“Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains,” jelas Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan skor sains Indonesia tidak berdiri sendiri. Capaian itu menjadi bagian dari gambaran perkembangan pendidikan Indonesia di tengah perubahan performa pendidikan di berbagai negara OECD.

Baca Juga: 16 Promo Makanan 9.9 Hari Ini 9 September 2026, Makan Hemat Mulai Rp9.900!

Skor Literasi Membaca Indonesia Juga Naik

Selain sains, skor literasi membaca Indonesia turut mengalami peningkatan. Nilainya bertambah enam poin, dari 359 pada PISA 2022 menjadi 365 pada PISA 2025.

Kenaikan ini menunjukkan adanya perkembangan dalam kemampuan siswa memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta merefleksikan informasi yang diperoleh melalui bacaan.

Kemampuan membaca menjadi semakin penting karena literasi tidak hanya berkaitan dengan pelajaran bahasa. Kemampuan memahami informasi juga diperlukan ketika siswa menghadapi berbagai sumber pengetahuan, termasuk informasi digital yang semakin banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Kenaikan pada bidang membaca juga menjadi salah satu alasan Kemendikdasmen menilai performa pendidikan Indonesia relatif stabil. Bersama sains, literasi membaca menjadi domain yang menunjukkan peningkatan dalam hasil PISA 2025.

Skor Matematika Indonesia Masih Menjadi Tantangan

Berbeda dengan sains dan membaca, capaian matematika Indonesia belum menunjukkan arah yang sama. Skor matematika PISA Indonesia 2025 berada di angka 364, atau turun dua poin dibandingkan hasil sebelumnya.

Kondisi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Matematika dalam PISA tidak sekadar menguji kemampuan siswa menghafal rumus, tetapi lebih menekankan kemampuan menggunakan penalaran untuk menyelesaikan persoalan dalam berbagai situasi.