Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyinggung gaji Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Baca Juga

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan soal penghasilan Sunarto yang disebut lebih besar dibandingkan Ketua MA Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahkan Ketua Mahkamah Agung telah melaporkan kepada saya bahwa penghasilan ketemu ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia sekarang lebih tinggi dari penghasilan Ketua MA ke Singapura," ujar Prabowo.

Baca Juga

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo membahas kondisi sekaligus kesejahteraan para pimpinan lembaga peradilan di Indonesia.

Profil Ketua MA Sunarto

Baca Juga

Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto lahir di Sumenep, Jawa Timur pada 11 April 1959.

Sunarto dilantik sebagai Hakim Agung pada 22 Juli 2015. Dua tahun setelahnya, pada 29 Maret 2017, ia dipercaya memimpin Kamar Pengawasan MA. Jabatan tersebut sebelumnya dipegang Muhammad Syarifuddin yang kemudian terpilih sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.

Karier Sunarto di jajaran pimpinan MA terus meningkat. Pada 23 Mei 2018, ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial menggantikan H. Suwardi yang memasuki masa purnabakti.

Kemudian pada 22 Oktober 2024, Sunarto resmi dilantik sebagai Ketua MA periode 2024-2029. Ia menggantikan Muhammad Syarifuddin yang memasuki masa purnabakti.

Karier Sunarto

Sebelum menjadi orang nomor satu di MA, Sunarto memiliki rekam jejak panjang dalam institusi peradilan.

Ia pernah menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek, Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek, hingga Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Gorontalo.

Sunarto juga sempat mengemban tugas sebagai Inspektur Wilayah pada Badan Pengawasan MA. Kariernya berlanjut hingga dipercaya menjadi Kepala Badan Pengawasan MA.

Riwayat Pendidikan

Sunarto menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Airlangga Surabaya pada 1984.

Ia kemudian mendapat gelar Magister Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 2000.

Pada 2012, Sunarto menuntaskan pendidikan doktoral Ilmu Hukum di Universitas Airlangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar tugas utamanya sebagai Ketua MA, Sunarto juga aktif dalam kegiatan akademik serta berbagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan.

Saat ini, ia menjadi ketua kelompok kerja Percepatan Peningkatan Kepercayaan Publik Bidang Pengawasan. Sunarto juga kerap menjadi narasumber dalam forum nasional dan internasional.

Halaman Selanjutnya

Dalam bidang akademik, ia turut menjadi penguji doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga, dan sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya.