Jakarta -

Boeing 737 Next Generation (NG) milik Ryanair menjadi sorotan setelah mengalami insiden dalam penerbangan Thessaloniki-Memmingen. Pesawat yang banyak digunakan untuk rute jarak pendek hingga menengah itu harus kembali ke bandara setelah jendela kabin terlepas saat terbang.

Diduga, serpihan yang terlepas dari mesin menghantam salah satu jendela kabin hingga menyebabkan dekompresi pada Jumat (10/7). Masker oksigen otomatis keluar dan pilot memutuskan kembali ke Bandara Thessaloniki untuk melakukan pendaratan darurat.

Seorang penumpang yang duduk di dekat jendela mengalami luka dan mendapat perawatan setelah pesawat mendarat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, otoritas terkait masih menyelidiki penyebab pasti kerusakan mesin yang diduga memicu lepasnya serpihan hingga menghantam jendela kabin yang mengakibatkan indiden itu terjadi.

Melansir Reuters, Senin (13/7), pesawat yang mengalami insiden tersebut merupakan Boeing 737 NG (New Generation), generasi sebelum seri 737 MAX. Pesawat ini ditenagai dua mesin CFM56 buatan CFM International, salah satu mesin yang paling banyak digunakan pada keluarga Boeing 737 NG.

Boeing 737 Next Generation merupakan keluarga pesawat berbadan sempit (narrow-body) yang dikembangkan Boeing sebagai penerus seri Boeing 737 Classic. Keluarga pesawat ini mencakup beberapa varian, yakni 737-600, 737-700, 737-800, dan 737-900.

Dari seluruh varian tersebut, Boeing 737-800 menjadi model yang paling banyak dioperasikan oleh maskapai di berbagai negara. Ryanair menjadikan tipe ini sebagai tulang punggung armadanya.

Dalam konfigurasi satu kelas yang umum digunakan maskapai berbiaya rendah tersebut, Boeing 737-800 mampu mengangkut hingga 189 penumpang dalam satu penerbangan.

Dari sisi ukuran, Boeing 737-800 memiliki panjang sekitar 39,5 meter, bentang sayap 35,8 meter, dan tinggi hampir 12,5 meter.

Pesawat tersebut memiliki jangkauan terbang sekitar 5.400 kilometer, sehingga banyak digunakan untuk melayani rute jarak pendek hingga menengah, termasuk penerbangan antarkota di Eropa.

Oleh karenanya, tipe pesawat ini menjadi salah satu pesawat komersial yang paling banyak digunakan maskapai penerbangan di dunia.

(upd/fem)