Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Jakarta, VIVA – Pasar sepeda motor listrik di Indonesia sempat mengalami lonjakan penjualan yang sangat tinggi setelah pemerintah memberikan bantuan pembelian. Data Kementerian Perindustrian mencatat penyaluran bantuan motor listrik melonjak sekitar 442 persen dari 11.532 unit pada 2023 menjadi 62.541 unit pada 2024.

Baca Juga

Program tersebut melibatkan 22 industri dengan 70 tipe atau model kendaraan listrik roda dua. Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit kendaraan telah mendapatkan bantuan pembelian melalui program pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Besarnya pengaruh stimulus tersebut juga terlihat dari penjualan sepeda motor listrik secara keseluruhan. Penjualan meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023, kemudian mencapai 77.078 unit pada 2024.

Baca Juga

Namun, tren tersebut tidak berlanjut pada 2025. Penjualan sepeda motor listrik tercatat turun menjadi 55.059 unit, menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar masih menghadapi tantangan setelah periode pemberian stimulus yang besar.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan dari sisi permintaan memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan industri kendaraan listrik roda dua.

Baca Juga

“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa stimulus pasar memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Menperin, kebijakan untuk mendorong permintaan tidak bisa dipisahkan dari upaya memperkuat sisi produksi. Industri membutuhkan kepastian pasar agar investasi dan pengembangan kapasitas produksi dapat terus berjalan.

“Karena itu, kebijakan pengembangan demand dan supply harus berjalan beriringan sehingga industri memiliki kepastian pasar sekaligus terpacu terus melakukan investasi dan pendalaman struktur,” katanya.

Saat ini, Indonesia memiliki 69 perusahaan industri kendaraan listrik roda dua dan roda tiga dengan total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun. Nilai investasi pada sektor tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah juga terus memperluas ekosistem kendaraan listrik dengan mendorong penggunaan komponen lokal. Hingga 22 Juli 2026, tercatat 31 perusahaan dengan 98 produk KBLBB roda dua dan roda tiga telah memiliki sertifikat TKDN.

Rata-rata TKDN kendaraan listrik roda dua dan roda tiga mencapai 47,5 persen, dengan rentang 27 persen hingga 74,27 persen. Pemerintah menetapkan target minimum TKDN sebesar 60 persen pada 2027–2029 dan meningkat menjadi 80 persen mulai 2030.

Halaman Selanjutnya

Dengan pengalaman tersebut, stimulus pasar menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk permintaan motor listrik. Namun, keberlanjutan industri tetap membutuhkan kombinasi antara kebijakan yang mendorong konsumen, produk yang semakin terjangkau, serta penguatan ekosistem dan kemampuan manufaktur di dalam negeri.