Sungai di Kalimantan Kering, Berpotensi Pengaruhi Kinerja Asuransi Marine Cargo
ILUSTRASI. Gangguan akses melalui sungai utama, seperti Mahakam, Barito, dan Kapuas yang surut memberikan dampak pada kinerja bisnis asuransi marine cargo. (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Belva Safina | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan menyebabkan sungai-sungai yang menjadi akses untuk penghantaran batubara terganggu.
Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, gangguan akses melalui sungai utama, seperti Mahakam, Barito, dan Kapuas yang surut secara drastis ini ikut memberikan dampak pada kinerja bisnis asuransi marine cargo.
“Batubara merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar di Indonesia, dengan mayoritas logistik hulu yang bergantung pada transportasi sungai,” ujarnya pada Kontan, Kamis (17/9/2026).
Secara langsung, terganggunya alur distribusi ini turut memberikan pengaruh pada pendapatan premi dan profil risiko perusahaan asuransi yang menanggung pengangkutan komoditas batubara.
Baca Juga: The Fed Menaikkan Suku Bunga, Saham Big Banks Menguat Pada Sesi I Kamis (17/9)
Irvan menyebut, gangguan logistik akibat surutnya sungai berpotensi memicu kenaikan klaim sekaligus premi asuransi. Pelaku-pelaku usaha yang ikut terdampak meliputi perusahaan tambang operator kapal tongkang (barge), hingga pembeli (buyer).
Untuk mengurangi risiko, kata Irvan, kapal tongkang terpaksa mengurangi muatan demi keselamatan. Namun, risiko lambung kapal membentur dasar sungai yang dangkal tetap tinggi. Jika tongkang kandas atau bocor, perusahaan akan mengajukan klaim kerusakan kapal dan kargo.
Selain risiko kandas, pelayanan yang terhambat atau terhenti total akan membuat batubara tertahan lebih lama di dalam tongkang maupun area penumpukan (Stockpile).
Hal ini akan membuat batubara yang mempunyai kalori rendah hingga menengah rentan mengalami peningkatan suhu dan terbakar sendiri (swabakar), jika terpapar oleh udara dalam waktu yang lama.
Sebagai informasi, asosiasi asuransi umum Indonesia (AAUI) mencatat nilai klaim marine cargo pada kuartal II-2026 mencapai Rp 845 miliar, tumbuh 25,3% year on year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 674 miliar.
Baca Juga: OJK: Merger Oto Multiartha dan Summit Oto Finance Bisa Tingkatkan Daya Saing
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- asuransi marine cargo
- sungai mahakam
- kekeringan Indonesia
- Operasi Tongkang