Supian HK: Silaturahmi Menag momentum perkuat kerukunan beragama - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK berpendapat, silaturahmi Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) dengan tokoh agama se-Kalimantan momentum penting memperkuat kerukunan beragama di provinsinya.
Supian HK mengemukakan itu, usai menghadiri silaturahmi Menag KH Nasaruddin Umur dengan tokoh agama se-Kalimantan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Ahad.
Dalam silaturahmi tersebut hadir Gubernur Kalsel H Muhidin, Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman beserta jajaran Fokopimda Kalsel, tokoh agama, masyarakat dan tokoh organisasi keagamaan se-Kalimantan.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Bapak Menteri Agama di Banua. Silaturahmi ini bukan hanya temu sapa, tetapi juga forum strategis untuk menyatukan visi dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Supian HK.
Menurut dia, peran tokoh agama sangat vital dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung program pembangunan daerah.
"DPRD Kalsel siap bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan pemerintah provinsi (Pemprov) untuk memperkuat program-program keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat," ujarnya.
Ketua DPRD Kalsel dua periode itu juga berharap masukan dari para tokoh agama dalam silaturahmi tersebut, dan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan keumatan ke depan.
“Kerukunan adalah modal utama pembangunan. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai luhur Banua, saya yakin Kalsel akan terus menjadi contoh daerah yang damai dan harmonis,” pungkas politikus senior tersebut.
Dalam kunjungan Menag Nasruddin ke "Bumi Perjuangan Pahlawan Nasional Pangeran Antasari" Kalsel, juga dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.