Tak minta digendong, pelari cilik tiga tahun tuntaskan Edu Fun Run FKIP UMS
Tak minta digendong, pelari cilik tiga tahun tuntaskan Edu Fun Run FKIP UMS
Selasa, 15 September 2026 17:33 WIB
Pelari cilik tiga tahun tuntaskan Edu Fun Run FKIP UMS. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Pemandangan menarik mewarnai gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berlangsung meriah pada Minggu (13/9).
Lebih dari 800 peserta yang ambil bagian, perhatian peserta dan panitia tertuju pada seorang pelari cilik berusia tiga tahun yang berhasil menaklukkan lintasan Edu Fun Run.
Peserta tersebut diketahui bernama Khaizuran Abqory Abrisam Al Hafidzh, dengan nomor peserta A0208 yang berasal dari Karanganyar. Meski masih berusia tiga tahun, Abqory mampu menyelesaikan lintasan dengan berlari dan sesekali berjalan. Hal yang membuatnya semakin menarik perhatian, ia tetap berusaha menyelesaikan lintasan tanpa meminta digendong sebagaimana yang sempat diperkirakan banyak orang.
Kehadiran Abqory menjadi salah satu cerita inspiratif dalam penyelenggaraan Edu Fun Run FKIP UMS. Di tengah ratusan peserta dengan beragam usia dan latar belakang, keberanian seorang anak kecil untuk ikut bergerak menunjukkan bahwa semangat berolahraga dapat ditanamkan sejak usia dini.
Edu Fun Run FKIP UMS mendapat sambutan positif dari masyarakat dan civitas akademika UMS. Lebih dari 800 runner tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi panitia, terlebih kegiatan ini merupakan penyelenggaraan Edu Fun Run pertama di lingkungan FKIP UMS dengan persiapan yang relatif singkat.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan yang menggabungkan olahraga, pendidikan, rekreasi, dan kebersamaan memiliki daya tarik tersendiri. Peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati suasana kebersamaan yang dibangun dalam rangkaian kegiatan.
Namun, di antara ratusan peserta tersebut, sosok Abqory menjadi salah satu cerita yang paling mencuri perhatian.
Usianya yang baru tiga tahun tidak menghalanginya untuk ikut mengambil bagian dalam lintasan. Dengan langkah kecilnya,Abqory terus bergerak, berlari dan berjalan secara bergantian hingga berhasil menyelesaikan lintasan.
Tidak meminta untuk digendong menjadi salah satu hal yang membuat aksinya semakin menginspirasi. Apa yang dilakukan Khaizuran seolah menjadi gambaran sederhana dari pesan utama Edu Fun Run: bergerak tidak mengenal batas usia.
Gelaran Edu Fun Run FKIP UMS sendiri diselenggarakan dalam rangka Milad ke-58 FKIP UMS, sekaligus memperingati Dasawarsa Pendidikan Jasmani UMS serta menjadi momentum grand launching Program Magister (S2) Pendidikan Jasmani FKIP UMS.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., yang didampingi para Wakil Dekan FKIP UMS. Setelah pembukaan, peserta mengikuti kegiatan lari bersama yang dilanjutkan dengan senam, hiburan, serta penyerahan apresiasi kepada peserta.
Prof. Dr. Anam Sutopo menyampaikan bahwa Edu Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang perayaan hari jadi yang menggembirakan sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan.
“Edu Fun Run ini tidak serta-merta hanya hari jadi UMS sekaligus Dirgahayu FKIP yang ke-68, tetapi menjadi bagian dari semarak hidup kita, bagian dari penyehat hidup kita, dan bagian dari penggembira hidup kita,” ujar Anam, Selasa.
Menurut Anam, kegiatan tersebut menjadi awal dari rangkaian semarak milad yang diharapkan dapat terus berkembang. Edu Fun Run juga memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan Program Studi Pendidikan Jasmani UMS.
Momentum pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan turunnya Surat Keputusan (SK) Program Studi S1 Pendidikan Jasmani sekaligus menjadi bagian penting dalam rangkaian peluncuran Program Magister (S2) Pendidikan Jasmani UMS.
Sementara itu, Ketua Panitia Edu Fun Run sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memahami bahwa bergerak merupakan bagian penting dari kehidupan.
“Edu Fun Run menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memahami bahwa bergerak adalah bagian dari kehidupan. Melalui tema Move For Knowledge, kami ingin menggabungkan semangat olahraga dengan semangat belajar. Tubuh yang aktif dan sehat akan menjadi modal untuk menjalani aktivitas akademik, pekerjaan, serta kehidupan sosial secara lebih produktif,” ungkap Eko Sudarmanto.
Ia menjelaskan, Edu Fun Run juga menjadi bagian dari rangkaian Milad Pendidikan Jasmani UMS ke-X atau satu dasawarsa, sekaligus momentum penting dalam memperkenalkan keluarga akademik baru melalui grand launching Program S2 Pendidikan Jasmani FKIP UMS.
Menurut Eko, olahraga tidak harus selalu dimaknai sebagai sebuah kompetisi. Aktivitas fisik juga dapat menjadi kegiatan rekreatif yang menyenangkan, mempererat kebersamaan, sekaligus membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan satu event. Semangat yang dibangun melalui Edu Fun Run dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari dengan membiasakan aktivitas fisik. Bagi kami, ketika masyarakat mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, di situlah nilai pendidikan jasmani benar-benar hadir dalam kehidupan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eko menyebut momentum tersebut memiliki arti khusus bagi Program Studi Pendidikan Jasmani UMS. Memasuki usia satu dasawarsa, Pendidikan Jasmani tidak hanya merayakan perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga meneguhkan jati diri dan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan, olahraga, kesehatan, serta kontribusi kepada masyarakat.
“Momentum ini sangat penting bagi Pendidikan Jasmani yang pada hari ini genap berusia sepuluh tahun. Ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri Pendidikan Jasmani. Pada momentum yang sama, kami juga menyambut keluarga baru kita melalui grand launching S2 Pendidikan Jasmani,” tambahnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.