Jakarta (ANTARA) - Petinju Takeshi Ishii dan Wilfredo Mendez bersiap untuk duel memperebutkan sabuk juara dunia kelas minimum (47,6kg) World Boxing Association (WBA) di Yokohama, Jepang, 2 September.

"Kedua petinju akan memasuki ring setelah absen selama satu tahun dengan tekad yang sama yaitu menguasai kelas minimum WBA," demikian pernyataan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Takeshi akan memasuki ring dengan didukung oleh disiplin khas aliran tinju Jepang, membawa kecepatan pukulan yang tak kenal lelah, kondisi fisik yang solid, dan mentalitas menyerang yang kuat.

Petinju asal Jepang ini akan berupaya memanfaatkan kecepatannya dalam jarak dekat dan memberikan tekanan konstan untuk membatasi ruang gerak lawan, mencoba untuk menghambat pergerakan lawannya dengan pukulan hook tajam ke tubuh.

Takeshi kembali beraksi setelah absen selama satu tahun. Petarung Jepang ini terakhir kali terlihat pada September 2025, ketika ia meraih kemenangan mutlak atas petarung Filipina, Jake Amparon, untuk memperkuat rekor menjadi 11 kemenangan dengan delapan knockout (KO) dan satu kekalahan.

Sementara itu, Wilfredo memasuki pertarungan dengan rekam jejak dan pengalaman yang didapat dari pernah mendominasi divisi ini sebelumnya.

Petinju kidal asal Puerto Rico itu dikenal dengan kuda-kuda yang terpoles dan gerakan kaki yang lincah, diperkirakan akan fokus mengendalikan tempo dari jarak jauh dan menengah.

Petinju berjulukan "Bimbito" akan sangat mengandalkan pukulan jab yang tepat dan tepat waktu untuk mengganggu serangan maju Takeshi sambil berusaha memanfaatkan setiap celah pertahanan dengan pukulan balasan yang cepat dan akurat.

Wilfredo juga juga telah absen dari ring selama setahun. Dalam penampilan terakhirnya, pada 20 September 2025, ia bertarung melawan Andre Manuel Rodríguez dan berakhir imbang sehingga rekornya kini menjadi 20 kemenangan (enam KO), tiga kekalahan, dua seri.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.