Tampang Rival Suzuki Jimny yang Harganya Mulai Rp 190 Jutaan
Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 23 Sep 2026 18:37 WIB
Jakarta - Mahindra Thar OG akhirnya resmi dijual. Kendaraan off-road yang digadang-gadang akan menjadi penantang Suzuki Jimny tersebut dibanderol tak sampai Rp 200 juta.
Mahidra Thar OG bukan meluncur di Indonesia, melainkan di India. SUV 3 pintu tersebut menjadi penerus Thar reguler yang meluncur enam tahun lalu.
Di India, Mahindra Thar OG tersedia dalam tiga varian berbeda, yakni AXT, LXT, dan ZXT. Pilihannya mencakup penggerak roda belakang dan 4WD. Foto: Doc. Mahindra
Kendaraan gagah tersebut dibanderol mulai dari 10.32 lakh rupee (Rp 190 jutaan) hingga 18.99 lakh rupee (Rp 350 jutaan). Pengiriman ke konsumen dimulai 11 Oktober 2026, dengan harga perkenalan berlaku hingga 30 November 2026. Foto: Doc. Mahindra
Meski tampilannya masih mempertahankan karakter khas Thar, Mahindra melakukan banyak perubahan di balik bodi. Thar OG kini menggunakan platform M_Glyde 4G yang diklaim lebih kaku.
Suspensi belakangnya juga baru dengan sistem Pentalink yang dipadukan Watts Link. Mahindra turut memasang Frequency Dependent Damping dan electric power steering. Foto: Doc. Mahindra
Untuk jantung mekanis, tersedia tiga pilihan mesin. Mesin bensin 2.0 liter menghasilkan tenaga sekitar 160 hp dan torsi 330 Nm. Kemudian ada diesel 2.2 liter bertenaga 150 hp dengan torsi 330 Nm. Pilihan lainnya adalah diesel 1.5 liter yang menghasilkan 117 hp dan torsi 300 Nm.
Untuk varian 4WD, pabrikan melengkapinya dengan Electronic Locking Differential serta mode berkendara Mud, Sand, dan Snow. Foto: Doc. Mahindra
Interior varian ZXT dilengkapi jok kulit sintetis warna Truffle Brown, wireless charging, serta armrest baris kedua dengan cupholder. Fitur keselamatannya juga diperbanyak. Thar OG ZXT dibekali enam airbag, termasuk empat HPTS airbag yang melindungi area kepala, panggul, dada, dan bahu penumpang. Foto: Doc. Mahindra
Selain itu, ada rem cakram di keempat roda, ESP 9.3, sensor parkir depan, kamera belakang, dan tire pressure monitoring system. Foto: Doc. Mahindra
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan