A handout photo made available by the Iranian Atomic Organization office shows IAEA director Rafael Mariano Grossi meeting with head of Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pejabat senior Iran menegaskan, Teheran "tidak percaya lagi" kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. Hal tersebut dipicu oleh langkah Grossi yang dinilai telah mempolitisasi penanganan berkas nuklir negara tersebut.

"Kami tidak memiliki kepercayaan terhadap Direktur Jenderal IAEA kecuali jika ia bersedia melakukan perubahan mendasar dalam pendekatannya," kata Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, seperti dikutip kantor berita IRNA, Rabu(16/9/2026).

Kamalvandi menuding Grossi bertindak secara politis ketimbang membatasi kerja IAEA pada ranah profesional dan teknis. Laporan serta pernyataan publik Grossi dinilai turut memicu tekanan politik terhadap Iran dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

"IAEA harus kembali ke muruah, yakni menjalankan tugas secara profesional dan teknis, bukan politis," tegas Kamalvandi.

Pernyataan ini mengemuka di tengah perselisihan yang masih berlanjut antara Teheran dan IAEA terkait inspeksi serta akses ke fasilitas nuklir Iran yang rusak akibat perang AS-Israel terhadap negara tersebut. Grossi bersikeras bahwa para inspektur IAEA memerlukan akses ke fasilitas yang rusak untuk memverifikasi bahan dan kegiatan nuklir Iran, dilansir dari Palestine Chronicle.

Meski demikian, Teheran berargumen bahwa kondisi keamanan akibat perang menjadi penentu informasi apa saja yang dapat diberikan, termasuk fasilitas mana yang boleh dimasuki oleh para inspektur.

Pertahankan pembatasan

Kamalvandi membela kebijakan pembatasan akses IAEA oleh Iran. Ia menyebut para musuh negaranya tengah berupaya mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk melancarkan serangan susulan terhadap infrastruktur nuklir Iran.