Tekad SDIT Baitul Jannah raih 500 juara tahun ini

Senin, 3 Agustus 2026 20:38 WIB

Image Print

Siswa SDIT Baitul Jannah (kiri) saat memperlihatkan medali dan piagam penghargaan (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Bandarlampung (ANTARA) - Riuh tepuk tangan memenuhi halaman SDIT Baitul Jannah, Senin (3/8/2026). Satu per satu siswa berjalan dengan penuh percaya diri sambil membawa piala yang berhasil mereka raih.

Ada yang menggenggam medali karate, ada yang tersenyum bangga membawa trofi sepatu roda, silat, taekwondo, wushu, hingga penghargaan dari berbagai ajang olimpiade akademik.

Pemandangan itu menjadi bagian dari Championship Elang Muda SDIT Baitul Jannah, sebuah parade prestasi yang bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah sejak awal Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam waktu sekitar satu bulan, para "elang muda" SDIT Baitul Jannah telah mempersembahkan 124 piala dari berbagai kompetisi. Prestasi tersebut datang dari beragam bidang, mulai olahraga seperti karate, silat, taekwondo, sepatu roda, hingga wushu dan fashion show.

Di sisi lain, siswa-siswi juga menunjukkan kemampuan akademiknya melalui olimpiade Matematika, IPA, Sains, Pendidikan Agama Islam, serta berbagai kompetisi lainnya. Kejuaraan yang diikuti pun tidak hanya berlangsung di tingkat Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung, tetapi juga nasional hingga internasional.

Bagi Pembina Yayasan Baitul Jannah, Ir. H. Sugirianto, M.M., deretan piala itu bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju mimpi yang lebih besar.

"Alhamdulillah, hari ini kami mempersembahkan Championship Elang Muda SDIT Baitul Jannah. Dalam waktu yang relatif singkat anak-anak sudah mampu mempersembahkan sekitar 124 piala dari berbagai cabang perlombaan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus melahirkan generasi-generasi juara," ujarnya.

Semangat itulah yang kemudian diterjemahkan dalam target baru sekolah. Jika sebelumnya SDIT Baitul Jannah menargetkan 274 piala, kini target tersebut hampir dua kali lipat lebih tinggi, yakni 500 piala selama Tahun Ajaran 2026/2027. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pada tahun ajaran sebelumnya, sekolah berhasil mengoleksi sekitar 160 piala dari berbagai kompetisi.

"Kami ingin budaya berprestasi menjadi karakter sekolah. Target 500 piala bukan sekadar angka, tetapi menjadi motivasi agar setiap anak berani mengembangkan potensi terbaiknya," kata Sugirianto.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sekolah membentuk Champions Academy, sebuah sistem pembinaan yang dirancang untuk menemukan sekaligus mengasah bibit-bibit unggul sejak dini.

Program ini memiliki empat pilar utama. Pertama, Spiritual Champion yang membina siswa di bidang keagamaan seperti tahfiz, dai, hadrah, dan MTQ. Kedua, Academic Champion yang fokus pada pembinaan olimpiade Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Agama Islam, dan bidang akademik lainnya.

Pilar ketiga adalah Skill and Sport Champion, yang menjadi rumah bagi siswa berbakat di bidang olahraga dan keterampilan, mulai dari karate, silat, taekwondo, sepatu roda hingga cabang olahraga lainnya. Sementara Literasi Champion menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui lomba puisi, cerpen, drama, hingga menulis dan menerbitkan buku.

Menurut Kepala SDIT Baitul Jannah, Hermansyah, M.Pd.I., prestasi yang diraih para siswa bukan hasil keberuntungan ataupun latihan yang dilakukan secara mendadak. Semua telah dipersiapkan jauh sebelum kompetisi berlangsung.

"Kami percaya setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda. Karena itu sejak awal kami menyiapkan pembinaan yang terkonsep agar potensi mereka berkembang secara maksimal, bukan hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, teknologi, dan berbagai keterampilan lainnya," ujarnya.

Untuk mendukung pembinaan tersebut, SDIT Baitul Jannah membagi kegiatan ekstrakurikuler menjadi tiga kategori, yakni wajib, pilihan, dan mandiri. Khusus ekstrakurikuler mandiri, sekolah menggandeng pelatih profesional di berbagai bidang seperti karate, silat, taekwondo, sepatu roda, memanah, robotik, futsal, basket, badminton, hingga renang. Total terdapat sekitar 17 cabang ekstrakurikuler yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat siswa.

Koordinasi antara sekolah dan para pelatih juga dilakukan secara intensif agar proses pembinaan berjalan optimal. Selama ini, prestasi paling banyak diraih siswa kelas III hingga kelas VI yang telah mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.

Hasil pembinaan itu bahkan mulai menembus panggung internasional. Pada Agustus 2026 mendatang, SDIT Baitul Jannah akan mengirimkan atlet karate terbaiknya untuk mengikuti kejuaraan internasional di Thailand, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai menghasilkan atlet-atlet berdaya saing global.

Dengan kekuatan 1.226 siswa yang dibimbing oleh 126 guru, SDIT Baitul Jannah terus membangun budaya juara yang tidak hanya diukur dari banyaknya piala, tetapi juga dari lahirnya generasi yang berkarakter, disiplin, dan percaya diri.

Bagi sekolah, setiap piala memang layak dirayakan. Namun yang lebih penting, setiap prestasi adalah bukti bahwa kerja keras, pembinaan yang tepat, dan kolaborasi antara sekolah, guru, pelatih, orang tua, serta para siswa mampu melahirkan "elang-elang muda" yang siap terbang lebih tinggi, membawa nama Lampung bahkan Indonesia di panggung dunia.

Pewarta : Ardiansyah
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.