Jakarta (ANTARA) - Juara dunia baru kelas welter versi World Boxing Association (WBA), Tefimo Lopez, mengincar juara sejati setelah menguasai divisi kelas welter WBA dengan mengalahkan Rolando Romero.

"Saya masih punya tiga pertarungan lagi dengan DAZN, dan semuanya untuk meraih gelar juara tak terbantahkan," kata Lopez dalam laporan The Ring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Lopez menggulingkan Romero untuk merebut sabuk juara dunia kelas welter WBA dalam duel sesama petinju Amerika Serikat di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (23/8).

Mantan juara dunia kelas ringan dan super ringan itu menemukan momentum kebangkitan setelah kalah angka telak melawan Shakur Stevenson pada Januari 2026.

Bagi Tefimo, kemenangan atas Romero adalah jalan menuju gelar juara sejati di era empat sabuk.

"The Takeover" menginginkan semua tantangan di kelas berat yang bertalenta, yang menampilkan juara World Boxing Council (WBC) Ryan Garcia, pemegang sabuk World Boxing Organization (WBO) Devin Haney, dan juara International Boxing Federation (IBF) Liam Paro.

Baca juga: Schofield dan Bahdi tak mencapai kesepakatan, WBA lelang hak siar

"Saya akan merebut gelar juara dunia berikutnya. Siapa pun juara berikutnya, itulah intinya," katanya.

Lopez juga dapat mempertimbangkan pertarungan yang menguntungkan melawan penantang wajib WBA Jack Catterall, Keyshawn Davis, Richardson Hitchins, Manny Pacquiao, dan Brian Norman, tetapi dia hanya tertarik 
bertarung melawan pemegang gelar.

Di urutan teratas daftar keinginan Lopez adalah pemenang pertarungan Ryan Garcia lawan Conor Benn pada 12 September.

Lopez dan Garcia saling beradu mulut selama bertahun-tahun dan pertarungan dengan Benn seharusnya dapat terwujud dengan lancar, karena keduanya memiliki Keith Connolly sebagai manajer mereka.

"Saat ini ada rumor, itu pertarungan selanjutnya. Kita lihat saja apa yang terjadi. Kita akan mengamati. Jika Conor menang, itu akan menjadi pertarungan hebat untuk digelar di seberang lautan. Saya mendukungnya apa pun hasilnya," katanya.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026