TikTok Shop Diramal Raup Transaksi Rp 2.223 Triliun, Amerika Jadi Pasar Utama - E-commerce Katadata.co.id
TikTok Shop diproyeksikan membukukan nilai transaksi bruto alias Gross Merchandise Volume (GMV) global US$ 123,5 miliar atau Rp 2.223 triliun (kurs Rp 18.000 per US$) sepanjang tahun ini. Pasar utama e-commerce asal Cina ini yakni Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan terbaru Momentum Works bertajuk TikTok Shop in the US First Half 2026, GMV global TikTok Shop pada semester I atau Januari - Juni diperkirakan US$ 50,3 miliar atau Rp 905,4 triliun. Angka ini meningkat 92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Amerika Serikat kembali menjadi pasar terbesar TikTok Shop secara global pada semester pertama, yakni diperkirakan US$ 11,8 miliar atau Rp 212,4 triliun, naik 103% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan TikTok Shop AS juga berlangsung secara konsisten. GMV bulanan platform asal Cina ini melampaui US$ 2 miliar atau Rp 36 triliun pada masing-masing dari empat bulan, yakni Maret hingga Juni .
Partisipasi pelaku usaha dan influenser di AS juga meningkat tajam. Jumlah toko di ekosistem TikTok Shop AS mencapai 1,35 juta, meningkat dari 475.000 pada tahun sebelumnya. Sementara jumlah influenser meningkat menjadi 20 juta dari sebelumnya 15,3 juta.
Pertumbuhan juga terlihat pada jumlah toko yang mampu mencapai skala penjualan besar. Jumlah toko di AS yang menghasilkan GMV lebih dari US$ 1 juta atau Rp 18 miliar mencapai 5.700, atau meningkat 7,6 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, sebanyak 506 toko menghasilkan GMV lebih dari US$ 10 juta atau Rp 180 miliar. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 36 toko.
Bahkan, dua toko yakni medicube US Store dan Dr.Melaxin masing-masing telah menghasilkan GMV lebih dari US$ 100 juta atau Rp 1,8 triliun pada semester pertama .
Pertumbuhan TikTok Shop AS juga diikuti perubahan pola transaksi di dalam platform. Pada semester pertama, toko online menjadi sumber GMV terbesar TikTok Shop AS dengan kontribusi 51,4%. Angka ini meningkat dari 36% pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, kontribusi video terhadap GMV turun menjadi 40,4% dari sebelumnya 50%. Sementara itu, porsi siaran langsung atau live streaming turun menjadi 8,2% dari 14% pada tahun sebelumnya.
Meski kontribusi video terhadap GMV menurun, laporan Momentum Works menyebut video tetap menjadi pendorong utama penemuan produk.
Semakin banyak transaksi pada akhirnya diselesaikan melalui toko online. Sementara itu, siaran langsung tetap menjadi kanal penting bagi penjual teratas, meski penggunaannya semakin terkonsentrasi.
Persaingan Penjual dan Influenser Makin Ketat
Besarnya pertumbuhan TikTok Shop AS juga diikuti persaingan yang semakin ketat. Laporan Momentum Works menunjukkan harga rata-rata turun di 21 dari 27 kategori. Penurunan terbesar terjadi pada kategori Aksesori & Turunan Perhiasan yang mencapai 57%.
Jumlah influenser yang menghasilkan GMV lebih dari US$ 1 juta meningkat 76% menjadi 513. Sebanyak delapan dari 10 influenser AS teratas berdasarkan GMV merupakan pendatang baru dalam peringkat tersebut. Kondisi ini menunjukkan pemain baru masih dapat menembus pasar TikTok Shop AS.
Namun, persaingan untuk mempertahankan posisi juga semakin sulit.
Siaran langsung masih menjadi saluran utama bagi sejumlah penjual teratas. Sebanyak delapan dari 10 influenser AS teratas berdasarkan GMV sebagian besar mengandalkan live streaming.
Influenser bernama BASED, merek perawatan pribadi pria, memimpin daftar itu. BASED meraih tujuh dari 10 live streaming teratas pada semester pertama 2026 melalui sesi maraton yang berlangsung sekitar 120 jam setiap sesi.
Momentum Works menilai ekosistem TikTok Shop AS telah bergerak melampaui fase uji coba awal menuju tahap yang lebih terstruktur dan disiplin.
Pertumbuhan jumlah toko, influenser, dan penjual dengan GMV besar menunjukkan semakin luasnya partisipasi dalam ekosistem tersebut.
Di sisi lain, penurunan harga di sebagian besar kategori dan perubahan cepat dalam peringkat influenser menunjukkan kompetisi yang semakin intensif.
Laporan Momentum Works juga memperkirakan video yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan siaran langsung akan semakin menurunkan biaya produksi serta meningkatkan pasokan konten.
Tren itu membuat TikTok Shop AS lebih mudah diakses, tetapi sekaligus semakin sulit untuk dimenangkan.
Secara global, capaian GMV US$ 50,3 miliar pada semester pertama membuat TikTok Shop berada di jalur untuk menembus US$ 123,5 miliar sepanjang tahun. Jika proyeksi ini tercapai, maka 2026 akan menjadi tahun pertama GMV global TikTok Shop melampaui US$ 100 miliar.