Tim Mabes TNI AD menilai Kampung Pancasila Tempuran Temanggung

Rabu, 19 Agustus 2026 17:00 WIB

Image Print

Ketua Tim Penilai dari Mabes TNI AD, Letkol Inf Hasan Dasuki didampingi Bupati Temanggung Agus Setyawan dan Dandim Temanggung Letkol Inf Richie Fadly saat menilai Kampung Pancasila di Temanggung, Rabu (19/8/2026) ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Tim Penilai Mabes TNI Angkatan Darat menilai Kampung Pancasila Desa Tempuran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional.

Ketua Tim Penilai Mabes TNI AD Letkol Inf Hasan Dasuki di Temanggung, Rabu, mengatakan Desa Tempuran menjadi representasi dari 266 desa di Kabupaten Temanggung dalam penilaian tersebut.

"Kami melihat secara langsung bahwa Desa Tempuran sudah merepresentasikan bagaimana Pancasila bisa hadir dan mengakar di wilayah desa ini," kata Hasan.

Menurut dia, berbagai indikator Kampung Pancasila telah terlihat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Tempuran, antara lain toleransi, kerukunan, kemajemukan, ketahanan pangan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Hasan mengapresiasi pemerintah daerah dan Pemerintah Desa Tempuran yang mampu membangun kehidupan masyarakat dengan latar belakang beragam dan tetap menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan.

Ia berharap keberhasilan Desa Tempuran dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga ini menjadi trigger bagaimana desa-desa yang lain bisa menjadikan Desa Tempuran sebagai contoh. Pancasila harus hidup di dalam keberagaman di desa. Apabila semua desa sudah seperti ini, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan semakin kuat dengan Pancasila sebagai dasar negara,” ujarnya.

Dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional tersebut, sebanyak 21 desa akan dinilai. Hasil penilaian akan diumumkan setelah seluruh tahapan yang diselenggarakan TNI Angkatan Darat selesai.

Hasan mengatakan keikutsertaan Desa Tempuran di tingkat nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat desa.

Sementara itu, Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly mengatakan pihaknya tidak banyak melakukan pembenahan di Desa Tempuran karena nilai-nilai Pancasila telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

"Kami sebenarnya sangat bersyukur, Desa Tempuran ini tidak terlalu banyak kami poles. Pada intinya, nilai-nilai kehidupan Pancasila sudah mengakar sejak awal dan sudah ada di sini. Tinggal bagaimana kami mengemas dan menampilkan itu ke level nasional," kata Richie.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan nilai-nilai Pancasila telah tertanam dalam kehidupan masyarakat Desa Tempuran. Ia berharap keikutsertaan dalam penilaian tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga semakin memperkuat pengamalan Pancasila.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.